Anak Diculik Israel, Sang Ibu Memohon Bantuan Presiden Prabowo

Sutrawati Kaharuddin (52), ibu dari seorang aktivis kemanusiaan asal Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan bernama Andi Angga Parasadewa (32), menyampaikan permohonan mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk menyelamatkan putranya yang diduga diculik oleh pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan.

Advertisements

“Saya meminta tolong kepada pemerintahan Bapak Presiden Prabowo untuk menyelamatkan rakyatnya, anak saya Angga,” ujar Sutrawati dengan penuh harap saat ditemui di Makassar, Selasa (19/5). Ia menegaskan bahwa putranya berangkat jauh dari Tanah Air bukan untuk terlibat dalam konflik bersenjata, melainkan membawa bantuan berupa makanan dan obat-obatan dari Lembaga Kemanusiaan Rumah Zakat.

Ditawan Militer Israel

Andi Angga, yang merupakan alumni Pesantren IMMIM (IAPIM 2011–2016), dikenal aktif sebagai relawan Palestina. Dalam misi kemanusiaan ini, ia tergabung dalam kelompok Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Saat berada di perairan internasional, Andi sempat mengirimkan pesan darurat (SOS) yang mengonfirmasi bahwa dirinya bersama relawan lainnya diduga telah diculik oleh pasukan Zionis Israel.

Advertisements

Berangkat Lewat Jalur Laut dari Turki

Sutrawati menuturkan bahwa Andi memulai perjalanannya menuju Gaza melalui jalur laut dari Marmaris Cruise Port, Turki. Misi internasional tersebut melibatkan puluhan kapal kemanusiaan. “Anak saya berangkat ke Gaza dari Marmaris Cruise Port. Informasinya ada sekitar 56 kapal yang ikut serta dalam rombongan,” jelasnya.

Namun, harapan untuk menyalurkan bantuan harus terhenti. Di tengah perjalanan, sebelum mencapai target jarak 250 mil laut dari perairan tujuan, rombongan kapal tersebut dikabarkan disergap oleh militer Israel. Rasa cemas Sutrawati pun memuncak saat komunikasi terakhir dengan sang putra terputus pada pukul 15.00 WITA.

“Waktu putus kontak itu jam 3 sore, WhatsApp-nya sudah centang satu. Saya mulai curiga dan khawatir,” tuturnya. Sebelum kehilangan kontak, Sutrawati sempat berpesan agar Andi terus berdoa dan menjaga diri. Meski biasanya pesan tersebut selalu dibalas, kali ini hanya keheningan yang ia dapati.

Pesan Terakhir Sebelum Hilang Kontak

Ketegaran Andi Angga terlihat dari pesan yang sempat ia sampaikan kepada adiknya sebelum berangkat. Ia menyadari sepenuhnya risiko yang mengintai di tengah laut. “Dia berpesan kepada adiknya, sampaikan kepada bunda jangan kaget jika ia tidak bisa dihubungi lagi. Itu berarti ia sudah membuang ponselnya ke laut,” ungkap Sutrawati dengan suara bergetar.

Tak lama berselang, video mengenai dugaan intersepsi terhadap rombongan kapal tersebut beredar luas di media sosial, membenarkan kekhawatiran Sutrawati. Saat ini, tercatat ada tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga diculik oleh militer Israel:

  1. Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk
  2. Rahendro Herubowo (Eks jurnalis iNews) – Kapal Ozgurluk
  3. Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Kapal Boralize
  4. Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo) – Kapal Ozgurluk
  5. Andi Angga (Aktivis) – Kapal Josef
  6. Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis) – Kapal Zafiro
  7. Ronggo Wirasano (Aktivis) – Kapal Zafiro

Ringkasan

Sutrawati Kaharuddin memohon bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan putranya, Andi Angga Parasadewa, yang diduga diculik oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan. Andi bersama relawan lainnya berangkat dari Turki menuju Gaza membawa bantuan makanan dan obat-obatan melalui jalur laut, namun rombongan kapal mereka dilaporkan disergap sebelum mencapai tujuan.

Kekhawatiran keluarga memuncak setelah komunikasi dengan Andi terputus dan beredarnya video intersepsi militer terhadap rombongan kapal kemanusiaan tersebut. Selain Andi Angga, tercatat terdapat enam warga negara Indonesia lainnya yang turut diduga ditawan dalam insiden di perairan internasional tersebut.

Advertisements