Saham TPIA Milik Prajogo Pangestu Jadi yang Paling Boncos Pekan Ini

Jakarta, IDN Times – Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang periode 18—22 Mei 2026 berakhir dalam kondisi tekanan yang cukup berat. Di tengah pelemahan indeks yang signifikan, sejumlah saham mencatatkan pergerakan harga yang tajam, baik di jajaran top gainers maupun top losers.

Advertisements

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan harga saham pada pekan ini terbilang cukup moderat. PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi, yakni sebesar 29 persen. Sebaliknya, tekanan jual yang masif menghantam saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten di bawah naungan konglomerat Prajogo Pangestu, yang terkoreksi cukup dalam sebesar 53 persen.

Berikut adalah rincian saham yang mencatatkan performa terbaik (top gainers) serta saham yang mengalami tekanan harga paling dalam (top losers) sepanjang pekan ini:

1. Daftar Saham Top Gainers

Advertisements

Meskipun pasar tengah berada dalam tekanan, sepuluh emiten berikut mampu mencatatkan penguatan nilai saham:

  1. PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) naik 29,36 persen menjadi Rp141 per saham
  2. PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) naik 12,39 persen menjadi Rp254 per saham
  3. PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) naik 12,00 persen menjadi Rp140 per saham
  4. PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) naik 11,03 persen menjadi Rp14.600 per saham
  5. PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) naik 10,58 persen menjadi Rp5.750 per saham
  6. PT Tunas Alfin Tbk (TALF) naik 9,09 persen menjadi Rp780 per saham
  7. PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) naik 8,61 persen menjadi Rp328 per saham
  8. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) naik 8,60 persen menjadi Rp3.790 per saham
  9. PT Mayapada Hospital Tbk (SRAJ) naik 7,69 persen menjadi Rp14.000 per saham
  10. PT Inter Delta Tbk (INTD) naik 7,50 persen menjadi Rp258 per saham

2. Daftar Saham Top Losers

Di sisi lain, daftar saham yang mencatatkan koreksi paling dalam sepanjang pekan ini didominasi oleh pergerakan harga sebagai berikut:

  1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 53,49 persen menjadi Rp2.000 per saham
  2. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) turun 50,20 persen menjadi Rp630 per saham
  3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 47,34 persen menjadi Rp545 per saham
  4. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 39,41 persen menjadi Rp515 per saham
  5. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) turun 38,30 persen menjadi Rp472 per saham
  6. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun 37,45 persen menjadi Rp304 per saham
  7. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) turun 37,14 persen menjadi Rp88 per saham
  8. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) turun 34,22 persen menjadi Rp2.960 per saham
  9. PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) turun 33,78 persen menjadi Rp735 per saham
  10. PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) turun 32,39 persen menjadi Rp595 per saham

3. Performa IHSG Sepekan

Secara keseluruhan, kinerja IHSG sepanjang pekan ini mengalami pelemahan sebesar 8,35 persen. Indeks ditutup di level 6.162,045, merosot dibandingkan posisi pada penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 6.723,32.

Penurunan tajam IHSG ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar di BEI. Tercatat, kapitalisasi pasar BEI selama sepekan ini menyusut menjadi Rp10.635 triliun. Angka ini menunjukkan hilangnya nilai sebesar Rp1.190 triliun atau setara dengan penurunan 10,07 persen dibandingkan nilai kapitalisasi pasar pekan lalu yang mencapai Rp11.825 triliun.

Ringkasan

Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang periode 18 hingga 22 Mei 2026 mengalami tekanan berat dengan koreksi sebesar 8,35 persen. Penurunan indeks ini menyebabkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia menyusut signifikan hingga Rp1.190 triliun menjadi Rp10.635 triliun.

Di tengah pelemahan tersebut, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu tercatat sebagai saham dengan penurunan terdalam, yakni mencapai 53,49 persen. Sementara itu, PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin daftar penguatan saham dengan kenaikan sebesar 29,36 persen di tengah kondisi pasar yang sedang tertekan.

Advertisements