
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Polri dalam mengusut tuntas insiden pemadaman listrik massal atau blackout yang melumpuhkan wilayah Sumatra. Menurut Sahroni, investigasi menyeluruh sangat krusial mengingat besarnya dampak negatif yang ditimbulkan bagi masyarakat luas.
Bareskrim Polri diketahui telah bergerak cepat dengan turun langsung ke Jambi untuk melakukan penyelidikan intensif. Proses investigasi difokuskan pada jalur SUTET 275kV ruas Muara Bungo-Sungai Rumbai, Jambi, hingga menyasar lokasi Tower 175 dan 176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi pada Minggu (24/5). Berdasarkan temuan awal di lapangan, cuaca buruk menjadi pemicu sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatra.
“Saya mendorong Polri, PLN, serta pihak terkait untuk segera melakukan investigasi total guna menemukan akar masalah pemadaman ini,” ujar Sahroni kepada wartawan, Senin (25/5). Ia menegaskan bahwa insiden yang berlangsung selama dua hari tersebut telah merugikan banyak pihak. Sahroni menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum untuk menentukan apakah terdapat unsur pidana di balik peristiwa tersebut.
“Berikan penjelasan yang transparan, karena kejadian ini telah merugikan jutaan masyarakat. Banyak aktivitas, pekerjaan, dan sektor bisnis yang terhambat, bahkan menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah. Usut tuntas jika ditemukan indikasi pidana, karena ini adalah kejadian fatal yang memerlukan pertanggungjawaban,” tegasnya.
Bendahara Umum NasDem tersebut juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi untuk meredam spekulasi di tengah masyarakat. Menurutnya, narasi yang jelas berdasarkan fakta di lapangan sangat diperlukan agar tidak timbul kegaduhan atau isu liar yang berkembang luas di media sosial.

Dugaan Dampak Cuaca Buruk
Bareskrim Polri telah memfokuskan penyelidikan pada titik gangguan di SUTET 175-176, Desa Tempino, Muaro Jambi, yang diduga menjadi sumber kegagalan sistem kelistrikan pada Jumat (22/5). Wakabareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, menjelaskan bahwa penyidik menemukan adanya kabel transmisi yang putus di lokasi tersebut.
“Gangguan tersebut memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik, yang kemudian mengakibatkan sistem pembangkit mengalami trip secara berantai. Dampaknya, terjadi blackout massal yang melanda berbagai wilayah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan,” papar Nunung dalam konferensi pers, Senin (25/5).
Ia menambahkan bahwa tim gabungan Bareskrim Polri terus melakukan pendalaman di titik awal gangguan tersebut untuk memastikan penyebab teknis yang memicu kerusakan kabel transmisi. Penjelasan ini diharapkan menjadi titik terang dalam merespons kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas kelistrikan di Sumatra.

Ringkasan
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak Polri untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden pemadaman listrik massal yang melumpuhkan wilayah Sumatra. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum guna menentukan apakah terdapat unsur pidana di balik gangguan tersebut, mengingat dampak kerugian ekonomi yang besar bagi masyarakat. Sahroni berharap penyelidikan ini dapat segera mengungkap akar permasalahan agar tidak memicu spekulasi atau kegaduhan di ruang publik.
Bareskrim Polri telah melakukan penyelidikan di jalur SUTET 275kV ruas Muara Bungo-Sungai Rumbai, Jambi, yang diduga menjadi sumber gangguan sistem interkoneksi kelistrikan. Berdasarkan temuan awal, cuaca buruk menyebabkan kabel transmisi putus, yang kemudian memicu ketidakstabilan frekuensi dan kegagalan sistem kelistrikan secara berantai di berbagai wilayah Sumatra. Saat ini, tim gabungan terus mendalami penyebab teknis kerusakan tersebut untuk memberikan kejelasan bagi masyarakat luas.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia