
Kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan tren negatif pada penutupan perdagangan Selasa (26/5), seiring dengan terperosoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. IHSG tercatat melemah 76,159 poin atau setara 1,23 persen, mengakhiri sesi di level 6.130,190. Penurunan serupa juga dialami oleh indeks saham unggulan, Indeks LQ45, yang terkoreksi 10,814 poin atau 1,71 persen, ditutup pada posisi 620,396.
Sentimen negatif yang menyelimuti pasar saham tercermin jelas dari dominasi saham-saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 447 saham terpantau anjlok, jauh melampaui 241 saham yang berhasil menguat, sementara 133 saham lainnya berakhir stagnan tanpa perubahan harga. Aktivitas perdagangan sore itu cukup ramai, dengan frekuensi transaksi mencapai 1.959.957 kali. Total volume perdagangan mencatatkan 24,540 miliar saham, dengan nilai transaksi yang impresif mencapai Rp 17,850 triliun.
Beberapa emiten menjadi sorotan utama karena mengalami koreksi paling signifikan pada sesi ini. Di antaranya adalah MNC Digital Entertainment (MSIN) yang anjlok 74 poin atau 14,98 persen ke level 420; Intermedia Capital (MDIA) yang ambles 16 poin atau 14,55 persen menjadi 94; BSA Logistics Indonesia (WBSA) yang terkoreksi 100 poin atau 13,16 persen ke 660; serta Bukit Uluwatu Villa (BUVA) yang kehilangan 85 poin atau 12,23 persen, ditutup pada harga 610.
Tidak hanya pasar saham, sentimen pelemahan juga merambah ke sektor nilai tukar mata uang. Berdasarkan data dari Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sore ini terpantau melemah 52 poin atau 0,29 persen, berada di posisi Rp 17.795. Kondisi ini menambah daftar tekanan yang dihadapi pasar keuangan domestik.
Pelemahan di bursa saham Indonesia sejalan dengan tren yang terjadi di sebagian besar bursa saham Asia. Indeks-indeks utama di kawasan tersebut juga banyak yang ditutup di teritori negatif. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat turun 162,097 poin (0,25 persen) ke 64.996,101. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng melemah tipis 6,580 poin (0,03 persen) ke 25.599,449. Sementara itu, Indeks SSE Composite China terkoreksi 7,199 poin (0,17 persen) ke 4.145,370, dan Indeks Straits Times Singapura juga mengikuti tren penurunan sebesar 37,719 poin (0,74 persen) ke 5.032,830.
Ringkasan
IHSG ditutup melemah 1,23 persen atau 76,159 poin ke level 6.130,190 pada perdagangan Selasa (26/5). Indeks saham unggulan LQ45 juga terkoreksi 1,71 persen. Sentimen negatif tercermin dari dominasi 447 saham yang anjlok, melampaui saham yang menguat. Selain itu, nilai tukar rupiah melemah 0,29 persen terhadap dolar AS, berada di posisi Rp 17.795.
Beberapa emiten seperti MNC Digital Entertainment (MSIN) dan Intermedia Capital (MDIA) mengalami koreksi harga paling signifikan pada sesi ini. Pelemahan di bursa saham Indonesia ini sejalan dengan tren negatif di sebagian besar bursa Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang, Hang Seng Hong Kong, SSE Composite China, dan Straits Times Singapura juga terpantau ditutup melemah.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia