Purbaya kurban sapi, pakai dana pribadi setelah batal haji

Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momen kebersamaan dan refleksi bagi jajaran Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut serta dalam salat Idul Adha yang khusyuk bersama para pegawainya di Masjid Salahuddin, kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta. Pada kesempatan istimewa ini, ia menunjukkan komitmen personalnya dengan menyerahkan seekor sapi kurban berbobot fantastis, mencapai 868 kilogram, kepada panitia masjid untuk kemudian disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Advertisements

Usai menunaikan salat, Bendahara Negara itu secara transparan menjelaskan bahwa sumbangan sapi kurban jenis Crossing Simental yang diserahkan di lingkungan DJP tersebut murni berasal dari dana pribadinya. Tidak hanya itu, satu ekor sapi lainnya juga ia kurbankan di kediaman pribadinya di Ciganjur, Jakarta, yang juga bersumber dari kantong pribadinya. Penegasan ini memberikan gambaran akan ketulusan dan pengorbanan personalnya dalam momentum suci ini.

Purbaya menjelaskan lebih lanjut bahwa alokasi dana pribadi untuk kurban tersebut merupakan kombinasi dari bonus yang diterimanya serta tabungan yang semula ia siapkan untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. “Yang di rumah juga dana pribadi, kan lumayan ada bonus. Jadi kita pakai di sini. Terus kan enggak jadi haji. Jadi dikumpulkan di sini,” tutur Purbaya dengan lugas pada Rabu, 27 Mei 2026, seusai pelaksanaan salat Idul Adha. Ini menunjukkan bagaimana rezeki dan niat baik bisa dialihkan untuk berbagi.

Keputusan untuk menggunakan tabungan haji ini tidak lepas dari penundaan keberangkatannya menunaikan rukun Islam kelima yang sedianya dijadwalkan tahun ini. Meski terselip rasa kecewa, ia menerima dengan lapang dada. “Sedih, tapi memang bukan rejeki, mudah-mudahan tahun depan bisa,” ungkapnya penuh harap, mencerminkan kekuatan iman di tengah situasi yang tak terduga.

Advertisements

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya juga tidak lupa menyampaikan pesan mendalam. Ia menekankan bahwa Idul Adha jauh melampaui sekadar ritual tahunan; ia adalah momentum emas untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Penyaluran hewan kurban pada hari ini, menurutnya, adalah manifestasi nyata dari komitmen untuk saling berbagi, terutama kepada mereka yang paling membutuhkan uluran tangan.

Menteri yang telah mengemban jabatan sejak September 2025 itu melanjutkan dengan mengaitkan semangat berkurban dengan tugas pokok para pengelola keuangan negara. Ia menegaskan bahwa korelasi antara semangat berbagi dan tanggung jawab mereka sebagai “punggawa” keuangan negara sangatlah erat, yakni untuk terus mengasah kepekaan sosial. Tujuannya jelas: agar pengelolaan APBN dapat secara optimal diarahkan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok yang paling rentan.

Secara kolektif, Kementerian Keuangan pada tahun ini berhasil menyalurkan total 486 hewan kurban, yang terdiri atas 262 sapi dan 224 kambing. Jumlah fantastis ini dihimpun berkat partisipasi mandiri dari 1.790 pegawai yang tersebar di berbagai unit eselon I di seluruh pelosok Indonesia. Komitmen kuat juga dipegang dalam memastikan pendistribusian daging kurban dilakukan secara tepat sasaran, melalui kerja sama erat dengan lembaga amil zakat resmi dan para pengurus masjid di setiap lokasi terkait.

Pilihan Editor: Syarat Agar Defisit APBN Tahun Depan 2,4 Persen

Ringkasan

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berkurban seekor sapi seberat 868 kilogram di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak menggunakan dana pribadinya. Dana tersebut merupakan gabungan dari bonus dan tabungan yang disiapkan untuk ibadah haji tahun 2026, yang ia putuskan untuk dialihkan karena penundaan keberangkatannya.

Purbaya menekankan bahwa Idul Adha adalah momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, serta menyalurkan semangat berbagi kepada yang membutuhkan. Ia juga mengaitkan semangat berkurban dengan tanggung jawab pengelola keuangan negara untuk kepekaan sosial demi kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Advertisements