Duka mendalam menyelimuti TNI setelah seorang prajurit yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon gugur akibat serangan.
Prajurit TNI yang gugur tersebut diidentifikasi sebagai Praka Rico Pramudia (31). Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan intensif akibat luka parah yang dideritanya dalam insiden serangan proyektil yang menghantam pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada 29 Maret lalu.
Melalui akun media sosial resmi X @UNIFIL_, pihak UNIFIL menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mendiang. “UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman mendiang, serta kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah, dan seluruh rakyat Indonesia atas kehilangan yang tragis ini,” tulis pernyataan resmi tersebut, Jumat (24/04).
UNIFIL Tegaskan Serangan Sebagai Kejahatan Perang
Menanggapi insiden tersebut, UNIFIL mengeluarkan kecaman keras dan menuntut seluruh pihak yang terlibat untuk mematuhi hukum internasional. Pihak PBB menekankan bahwa keselamatan personel dan properti perdamaian harus dijamin dalam situasi apa pun.
“Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional serta resolusi Dewan Keamanan 1701. Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas UNIFIL dalam pernyataan resminya.
Kronologi Insiden di Adchit Al Qusayr
Serangan yang menyasar markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr terjadi pada Minggu (29/03). Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, peristiwa ini menimpa prajurit yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Selain Praka Rico Pramudia yang akhirnya gugur, insiden ini juga menyebabkan Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur di tempat.
Selain dua prajurit yang gugur, dua personel lainnya yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di Hospital Level I UNIFIL.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Praka Rico Pramudia sempat menjalani penanganan medis intensif setelah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut. Sementara itu, jenazah prajurit yang gugur kini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ). Pihak TNI saat ini tengah berkoordinasi dengan KBRI Beirut untuk menyelesaikan proses administrasi guna memulangkan jenazah ke Indonesia.
Baca selengkapnya di Detiknews
Prajurit TNI dari UNIFIL Gugur Usai Dirawat Akibat Serangan di Lebanon
Ringkasan
Prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL, Praka Rico Pramudia, gugur setelah menjalani perawatan intensif akibat serangan proyektil di Lebanon Selatan pada 29 Maret lalu. Insiden di Adchit Al Qusayr tersebut juga menyebabkan Praka Farizal Rhomadhon gugur di tempat, sementara dua personel lainnya mengalami luka ringan. Saat ini, pihak TNI tengah berkoordinasi dengan KBRI Beirut untuk memulangkan jenazah ke Indonesia.
UNIFIL mengecam keras serangan yang menyasar markas perdamaian tersebut dan menegaskan bahwa tindakan itu merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional. PBB menyatakan bahwa serangan sengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Pihak UNIFIL juga telah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga mendiang serta pemerintah Indonesia atas kehilangan tragis ini.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia