
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4), untuk menjenguk para korban insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL. Kunjungan ini dilakukan di sela-sela agenda keberangkatan Presiden menuju Cilacap, Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan arahan strategis terkait penanganan korban hingga rencana perbaikan infrastruktur perlintasan kereta api ke depannya. Berikut adalah rangkuman langkah konkret yang disampaikan Presiden Prabowo.
Jenguk Korban Sebelum Bertolak ke Cilacap
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden menyempatkan diri hadir di rumah sakit sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur pada malam sebelumnya.
Menurut Pras, Presiden tidak hanya memberikan dukungan moril kepada para korban, tetapi juga berdialog langsung dengan kepala rumah sakit. “Beliau berdiskusi dan mendengar masukan dari kepala rumah sakit mengenai penanganan medis serta kebutuhan peralatan yang diperlukan agar para korban mendapatkan pelayanan terbaik,” ujar Prasetyo kepada wartawan.
Pastikan Perawatan Maksimal dan Kompensasi bagi Korban
Saat meninjau langsung para pasien di RSUD Kota Bekasi, Presiden Prabowo memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan intensif. Tercatat sekitar 54 hingga 60 orang terdampak dalam insiden tersebut.
“Sebagian sudah ada yang diperbolehkan pulang, namun sisanya masih dirawat dan hampir semuanya sudah ditangani dengan baik,” ungkap Presiden Prabowo. Selain jaminan medis, beliau juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan kompensasi kepada para korban kecelakaan tersebut.
Soroti 1.800 Titik Perlintasan di Jawa, Siapkan Dana Rp 4 Triliun
Presiden Prabowo menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur perlintasan sebidang yang tersebar di Pulau Jawa. Beliau mencatat bahwa saat ini terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api yang masih menggunakan sistem peninggalan era kolonial Belanda.
“Ada 1.800 titik lintasan yang sudah berusia puluhan tahun. Demi keselamatan masyarakat, pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp 4 triliun untuk proyek perbaikan dan pembenahan perlintasan ini,” tegas Prabowo.
Pembangunan Flyover sebagai Solusi Keamanan
Selain perbaikan umum, Presiden Prabowo juga menyoroti banyaknya perlintasan kereta api di wilayah Bekasi yang tidak memiliki penjagaan. Mengingat kepadatan lalu lintas di Bekasi yang tinggi, beliau mendukung penuh langkah preventif melalui pembangunan infrastruktur permanen.
Presiden secara resmi telah menyetujui usulan Pemerintah Daerah Bekasi untuk membangun flyover sebagai pengganti perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan. “Pemerintah daerah telah mengajukan pembangunan flyover karena kebutuhan akan jalur kereta api yang aman sangat mendesak. Saya sudah setuju agar pembangunan ini segera dilaksanakan melalui bantuan Presiden,” tutup Prabowo.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL. Dalam kunjungan tersebut, Presiden memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang maksimal serta menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan kompensasi kepada pihak terdampak.
Sebagai langkah preventif, Presiden menyoroti perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 triliun. Pemerintah juga secara resmi menyetujui pembangunan flyover di Bekasi untuk menggantikan perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan guna meningkatkan keselamatan masyarakat.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia