Status Laik Jalan Taksi Green SM dan Respons Resmi VinFast Indonesia

Insiden kecelakaan yang melibatkan taksi listrik Green SM di perlintasan kereta api Bekasi Timur menjadi topik yang paling banyak menyita perhatian pembaca kumparanOTO pada Rabu (29/4). Peristiwa ini memicu diskusi luas mengenai faktor penyebab kendaraan mogok di perlintasan sebidang serta respons dari berbagai pihak terkait.

Advertisements

Status Taksi Listrik Green SM yang Tertemper Kereta di Bekasi Timur

Pasca-insiden yang menimpa armada dengan pelat nomor B 2864 SBX tersebut, desakan untuk melakukan audit serta penyelidikan menyeluruh muncul dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Diketahui bahwa kendaraan yang terlibat memiliki status operasional yang aktif, dengan kartu pengawasan yang berlaku hingga tahun 2026. Selain itu, perusahaan operator armada ini juga tercatat telah mengantongi sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).

Tanggapan VinFast Indonesia Terkait Insiden di Perlintasan

Advertisements

Menanggapi peristiwa tersebut, VinFast Indonesia selaku produsen kendaraan listrik yang digunakan oleh operator taksi Green SM menyatakan tengah melakukan investigasi internal secara mendalam. Berdasarkan temuan awal dari Korlantas Polri, diduga terdapat kendala teknis berupa korsleting pada bagian roda atau masalah elektrikal pada kendaraan. Masalah inilah yang disinyalir menyebabkan taksi tidak dapat melaju saat berada tepat di tengah perlintasan kereta.

Mitos atau Fakta: Apakah Rel Kereta Menyebabkan Mobil Mogok?

Kasus ini kembali memicu perdebatan di masyarakat mengenai fenomena kendaraan yang tiba-tiba mogok saat melewati perlintasan sebidang, yang sering dikaitkan dengan efek impedansi atau pengaruh medan elektromagnetik dari rel kereta. Menanggapi spekulasi tersebut, Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eka Rahman Priandana, memberikan klarifikasi tegas.

Menurutnya, klaim tersebut hanyalah mitos. Eka menegaskan bahwa berbagai studi global tidak mendukung teori bahwa medan elektromagnetik rel kereta memiliki kekuatan yang cukup untuk mengganggu sistem Electronic Control Unit (ECU) pada kendaraan modern. Dengan penjelasan ilmiah ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa insiden di perlintasan lebih mungkin disebabkan oleh kendala teknis pada kendaraan itu sendiri, bukan karena faktor eksternal di area rel.

Ringkasan

Kecelakaan taksi listrik Green SM yang tertemper kereta di Bekasi Timur memicu penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang, mengingat kendaraan tersebut memiliki status operasional aktif dan sertifikat keselamatan yang lengkap. VinFast Indonesia selaku produsen tengah melakukan investigasi internal setelah temuan awal Korlantas Polri mengindikasikan adanya kendala teknis atau korsleting elektrikal yang menyebabkan kendaraan mogok di tengah perlintasan.

Peristiwa ini turut membantah spekulasi masyarakat terkait mitos medan elektromagnetik rel kereta yang diklaim dapat melumpuhkan sistem kelistrikan mobil. Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung teori tersebut, sehingga insiden mogok di perlintasan kereta lebih disebabkan oleh masalah teknis internal kendaraan, bukan faktor eksternal di area rel.

Advertisements