Ringkasan Berita:
- Mobil dinas tabrak anak-anak SD Sukaratu 5 yang tengah jajan saat istirahat.
- Akibat insiden mobil dinas tabrak anak-anak SD Sukaratu 5, sembilan orang menjadi korban.
- Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan.
JogloNesia – Sebuah insiden tragis terjadi di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukaratu 5, Kampung Cikole, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Kamis (30/4/2026) pagi. Sebuah mobil dinas jenis Toyota Innova berwarna hitam dengan nomor polisi A 1633 BF dilaporkan menabrak kerumunan siswa yang sedang menikmati jam istirahat.
Mobil yang dikemudikan oleh Ahmad Mursidi (58), yang menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, ini melaju dari arah kediaman pengemudi sebelum akhirnya menabrak sejumlah orang di depan sekolah. Hingga kini, tujuan pasti perjalanan pengemudi masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Menurut keterangan Kasatlantas Polres Pandeglang AKP Surya Muhammad, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Saat kejadian, para siswa SDN Sukaratu 5 sedang berkumpul di area depan sekolah untuk membeli jajanan. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas bagaimana mobil dinas tersebut tidak hanya menabrak para siswa, tetapi juga menghantam pagar tembok sekolah sebelum akhirnya berhenti.
Akibat kecelakaan lalu lintas yang menggemparkan ini, total sembilan orang dilaporkan menjadi korban. Rinciannya, tujuh siswa sekolah dasar menjadi korban luka, satu orang siswa dilaporkan meninggal dunia, dan dua korban dewasa juga turut menjadi korban dan menjalani perawatan.
Siswa yang meninggal dunia diidentifikasi bernama Tubagus Muhammad (10 tahun). Sementara itu, dua korban dewasa terdiri dari seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas di lokasi kejadian dan seorang pedagang yang berjualan di sekitar sekolah.
Sembilan Korban, Satu Meninggal Dunia
AKP Surya Muhammad mengonfirmasi bahwa insiden ini menelan total sembilan korban. “Korban sampai sekarang tujuh siswa SD, satu korban meninggal dunia, korban dewasa dua orang dirawat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa siswa yang meninggal dunia adalah Tubagus Muhammad yang berusia 10 tahun.
Dua korban dewasa yang menjalani perawatan terdiri dari seorang pengendara motor dan seorang pedagang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Penyelidikan Intensif Penyebab Kecelakaan
Pihak kepolisian dari Polres Pandeglang masih terus berupaya keras untuk mengungkap penyebab pasti dari kecelakaan tragis ini. “Penyebabnya masih kami dalami, apakah karena kelalaian atau faktor kesehatan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” ujar AKP Surya Muhammad.
Informasi tambahan yang didapat dari lokasi kejadian, pengemudi mobil dinas tersebut ditemukan menggunakan selang oksigen di hidungnya. Namun, kondisi kesehatannya secara keseluruhan masih menunggu hasil pemeriksaan mendalam dari pihak rumah sakit. Saat ini, pengemudi tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian dengan didampingi oleh pihak keluarga. “Penyelidikan masih berjalan,” tegas AKP Surya Muhammad, menegaskan komitmen kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.
(TribunTrends.com/Kompas.com)
Ringkasan
Sebuah mobil dinas yang dikemudikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5 di Kabupaten Pandeglang, Banten. Insiden terjadi saat para siswa sedang jajan di depan sekolah saat jam istirahat. Mobil tersebut juga menghantam pagar tembok sekolah sebelum berhenti.
Akibat kecelakaan ini, sembilan orang menjadi korban, termasuk tujuh siswa yang luka, satu siswa yang meninggal dunia, serta dua korban dewasa (pengendara motor dan pedagang) yang juga menjalani perawatan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, apakah akibat kelalaian atau faktor kesehatan pengemudi.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia