BI perluas penggunaan QRIS antarnegara ke Tiongkok meskipun masih terbatas

JogloNesia – Bank Indonesia (BI) secara resmi memperluas jangkauan layanan QRIS antarnegara ke China mulai Kamis (30/4). Inovasi ini memungkinkan masyarakat dari kedua negara untuk melakukan transaksi inbound dan outbound secara praktis hanya dengan memindai kode QR melalui ponsel pintar masing-masing.

Advertisements

Sebagai langkah awal, penggunaan kode QR asal China masih terbatas pada penyedia layanan tertentu, yakni UnionPay QR, Alipay QR, serta kode QR terpadu (unified QR) yang memiliki logo UnionPay dan Alipay. Sementara itu, sistem pembayaran lain dari China, seperti WeChat Pay QR, saat ini masih dalam tahap pengembangan teknis agar dapat terintegrasi dengan sistem QRIS di Indonesia.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menekankan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi ini dalam peluncuran di Jakarta. Menurutnya, kolaborasi ini mengubah cara bertransaksi masyarakat saat bepergian ke luar negeri. Dengan sistem ini, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai, karena cukup menggunakan ponsel untuk melakukan pembayaran di mana saja.

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyambut positif inisiatif ini. Ia memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas pencapaian di sektor keuangan dan digital. Wang menekankan bahwa di tengah dinamika global yang pesat, sektor perbankan harus terus beradaptasi dengan inovasi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta investasi berkelanjutan pada teknologi dan sumber daya manusia.

Advertisements

Wang menambahkan bahwa pihaknya sangat antusias menantikan perluasan layanan ini. Ke depan, partisipasi akan terus ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak bank dan institusi pembayaran dari kedua negara untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Santoso Liem, menilai kolaborasi ini sebagai peluang emas. Mengingat posisi China dan Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekonomi digital, integrasi ini diharapkan mampu memberikan kemudahan transaksi yang signifikan, khususnya bagi wisatawan, serta membuka peluang hubungan bisnis lintas negara yang lebih luas.

Santoso menjelaskan bahwa proses integrasi ini dilakukan secara bertahap. Meskipun China telah memiliki standar QR nasional, sinkronisasi antarpenyedia layanan tetap memerlukan penyesuaian agar sistem pembayaran dapat terhubung secara internasional. Terkait integrasi dengan penyedia layanan lain seperti WeChat Pay, ia menyebutkan bahwa prosesnya sedang dalam tahap eksplorasi teknis untuk memastikan interkoneksi sistem dan platform berjalan optimal.

Dengan adanya penyesuaian teknologi yang terus berjalan, saat ini pengguna sudah dapat memanfaatkan layanan Alipay dan UnionPay dengan lancar untuk kebutuhan transaksi lintas negara, yang menjadi tonggak penting dalam digitalisasi sistem pembayaran antara Indonesia dan China.

Ringkasan

Bank Indonesia resmi memperluas layanan QRIS antarnegara ke Tiongkok mulai 30 April 2024 untuk memfasilitasi transaksi nontunai yang lebih praktis bagi wisatawan dan pebisnis. Saat ini, penggunaan layanan tersebut masih terbatas pada penyedia UnionPay dan Alipay, sementara integrasi dengan WeChat Pay masih dalam tahap pengembangan teknis.

Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital antara kedua negara melalui integrasi sistem pembayaran yang lebih efisien. Pihak otoritas terkait akan terus melakukan perluasan layanan secara bertahap guna meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan transaksi bagi masyarakat di masa depan.

Advertisements