BRIS Bagikan Dividen Rp1,51 T, Investor Raup Rp32,81/Saham

JogloNesia – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Selasa (5/5), dengan menyepakati alokasi dividen sebesar 20 persen dari total laba bersih perseroan atau setara dengan Rp 1,51 triliun.

Advertisements

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa besaran dividen yang ditetapkan adalah Rp 32,81 per lembar saham. Pembagian ini akan diberikan secara proporsional kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan atau recording date.

Anggoro menyebutkan bahwa nilai dividen tahun ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2024, BSI membagikan dividen sebesar 15 persen dari laba bersih, yakni senilai Rp 1,05 triliun dengan besaran Rp 22,78 per lembar saham.

Terkait teknis pelaksanaan, manajemen akan segera memberikan informasi lanjutan mengenai jadwal pembagian dividen. “Direksi telah diberi kuasa dan wewenang untuk menetapkan jadwal serta tata cara pembayaran dividen tahun buku 2025, termasuk melakukan pemotongan pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Anggoro.

Advertisements

Selain pembagian dividen, sebanyak 80 persen dari laba bersih tahun buku 2025, atau sekitar Rp 6,05 triliun, akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Keputusan ini didasari oleh kinerja keuangan BSI yang impresif sepanjang tahun 2025, di mana pertumbuhan aset, pembiayaan, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mampu melampaui rata-rata industri perbankan nasional.

Data menunjukkan bahwa DPK BSI tumbuh pesat sebesar 16,20 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 380 triliun. Di sisi lain, fungsi intermediasi juga berjalan optimal dengan penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 318 triliun atau tumbuh 12,58 persen (yoy). Angka tersebut tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pembiayaan perbankan nasional yang sebesar 7,74 persen (yoy) maupun perbankan syariah di angka 7,67 persen (yoy).

Berkat pencapaian positif tersebut, BSI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 7,57 triliun pada 2025 atau tumbuh 8,02 persen (yoy). Adapun total aset perseroan per Desember 2025 tercatat mencapai Rp 456 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 11,64 persen (yoy).

Ringkasan

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp1,51 triliun atau setara dengan Rp32,81 per lembar saham. Jumlah ini mencerminkan 20 persen dari total laba bersih perseroan dan mengalami kenaikan signifikan sebesar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sisa laba bersih sebesar 80 persen atau Rp6,05 triliun akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan.

Keputusan tersebut didorong oleh kinerja keuangan BSI yang impresif sepanjang tahun 2025 dengan laba bersih mencapai Rp7,57 triliun. Pertumbuhan aset, pembiayaan, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tercatat melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Direksi BSI kini diberikan wewenang untuk mengatur jadwal serta tata cara pembayaran dividen kepada para pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Advertisements