Atasi Kepadatan di Mina, Timwas Haji DPR Usulkan Tenda Bertingkat

Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Dasopang, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 yang secara umum berjalan lancar. Meski tahapan ibadah dari awal hingga puncak prosesi berlangsung sesuai jadwal, ia menyoroti bahwa kepadatan jemaah di kawasan Mina masih menjadi tantangan utama yang memerlukan penanganan serius.

Advertisements

Marwan menekankan bahwa kerja keras berbagai pihak dalam melayani jemaah patut dihargai. Namun, ia tidak menampik bahwa kondisi di Mina menjadi titik krusial bagi kenyamanan jemaah. “Secara keseluruhan penyelenggaraan haji berjalan baik dan sesuai agenda. Namun, kapasitas tenda dan area yang tersedia saat ini belum mampu memberikan ruang yang cukup nyaman bagi seluruh jemaah, sehingga kepadatan yang terjadi di lapangan dirasakan langsung dampaknya oleh para jemaah,” ujar Marwan di Makkah, Sabtu (30/5).

Fasilitas Mina Masih Menjadi Catatan

Selain keterbatasan ruang, Marwan mencatat bahwa terdapat sejumlah masalah pada fasilitas penunjang di Mina yang belum berfungsi secara optimal. Masukan dari lapangan menunjukkan adanya kendala pada sistem pendingin udara (AC) serta pasokan air yang kurang memadai di beberapa titik.

Advertisements

Menurut Marwan, kendala-kendala tersebut merupakan persoalan berulang setiap musim haji yang dipicu oleh tingginya kepadatan jemaah di kawasan terbatas. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya solusi jangka panjang yang konkret guna memastikan kenyamanan jemaah di masa mendatang.

Usulan Terobosan: Tenda Bertingkat

Mengingat keterbatasan lahan yang sulit diperluas, Marwan menyarankan perlunya inovasi dalam pengelolaan area Mina. Salah satu opsi yang ia tawarkan adalah pertimbangan pembangunan tenda bertingkat. Baginya, formula baru ini sangat diperlukan agar ruang gerak jemaah menjadi lebih longgar, manusiawi, dan mampu mengakomodasi kepadatan dengan lebih baik.

Dorongan Penerapan Skema Tanazul

Langkah lain yang diusulkan oleh Marwan adalah penerapan skema tanazul bagi jemaah yang akomodasinya memungkinkan untuk kembali ke hotel selama masa mabit di Mina. Skema ini dinilai efektif untuk mengurangi kepadatan secara signifikan di tenda-tenda Mina.

Marwan menjelaskan bahwa dari total 201 ribu jemaah Indonesia, setidaknya terdapat sekitar 60 ribu jemaah yang dapat dipertimbangkan untuk menjalani mabit di hotel dengan pengaturan yang ketat dan tetap sesuai dengan ketentuan syariat. Tanazul sendiri merupakan skema di mana jemaah tidak harus menginap di tenda Mina, melainkan diarahkan kembali ke hotel atau akomodasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Perlunya Dukungan Pemerintah Arab Saudi

Menyadari bahwa usulan ini memerlukan kajian mendalam dan dukungan dari otoritas setempat, Marwan berharap Kementerian Haji dan Umrah RI dapat berperan strategis dalam melakukan negosiasi dengan Pemerintah Arab Saudi.

Ia menyadari bahwa upaya ini tidak mudah karena membutuhkan koordinasi yang kuat serta penyesuaian regulasi. Namun, Marwan menegaskan bahwa persoalan di Mina tidak boleh dibiarkan terus berulang tanpa solusi. “Kita harus berani mencari terobosan demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia,” pungkasnya.

Ringkasan

Tim Pengawas Haji DPR RI memberikan apresiasi terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 1447 H, namun menyoroti kepadatan ekstrem di kawasan Mina sebagai masalah serius. Selain keterbatasan ruang, fasilitas pendukung seperti sistem pendingin udara dan pasokan air dinilai belum berfungsi optimal. Kondisi tersebut mendorong perlunya solusi jangka panjang untuk meningkatkan kenyamanan jemaah di masa mendatang.

Untuk mengatasi masalah tersebut, DPR mengusulkan inovasi pembangunan tenda bertingkat serta penerapan skema tanazul agar sebagian jemaah dapat menginap di hotel. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi beban kepadatan di area Mina secara signifikan. Pemerintah Indonesia didorong untuk segera berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi guna membahas realisasi terobosan tersebut.

Advertisements