Geopolitik Memanas, Simak Proyeksi Harga Emas Sepekan ke Depan

JAKARTA – JogloNesia. Harga emas diproyeksikan kembali mengalami penguatan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas saat ini menyentuh level US$ 4.715 per troy ons, yang mencatatkan kenaikan sebesar 2,24% dalam sepekan terakhir dan melesat 9,17% secara year to date (ytd).

Advertisements

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, memetakan potensi pergerakan harga emas dunia dan logam mulia untuk sepekan ke depan. Ia memprediksi support pertama harga emas dunia berada di level US$ 4.520 per troy ons, dengan harga logam mulia di kisaran Rp 2.786.000 per gram. Apabila harga mengalami koreksi, terdapat potensi support kedua di level US$ 4.389 per troy ons, yang mengindikasikan harga logam mulia berada di angka Rp 2.750.000 per gram.

“Ada kemungkinan apabila terjadi pelemahan minggu depan, harga logam mulia bisa menyentuh level Rp 2.750.000 per gram,” ujar Ibrahim pada Minggu (10/5/2026).

Rupiah Terkoreksi di Akhir Pekan, Cek Proyeksinya untuk Senin (11/5)

Advertisements

Di sisi lain, Ibrahim mengungkapkan skenario penguatan harga. Jika tren positif berlanjut, resistance pertama harga emas dunia diprediksi berada di level US$ 4.702 per troy ons, dengan logam mulia mencapai Rp 2.866.000 per gram. Sementara itu, jika penguatan terus berlanjut, resistance berikutnya berada di level US$ 4.851 per troy ons, yang membawa harga logam mulia ke kisaran Rp 2.900.000 per gram.

“Jadi, ketika logam mulia turun, kemungkinan besar akan berada di kisaran Rp 2.750.000 per gram pada minggu depan. Sebaliknya, jika menguat, potensi maksimalnya ada di angka Rp 2.900.000 per gram,” jelas Ibrahim.

Menurut Ibrahim, dinamika harga emas saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen geopolitik yang kian memanas, baik di Eropa Timur akibat konflik Rusia-Ukraina maupun di Timur Tengah. Eskalasi konflik terlihat jelas setelah adanya aksi penyerangan oleh Amerika Serikat terhadap kapal tanker Iran, yang kemudian dibalas oleh pihak Iran dengan menyerang kapal perusak AS.

Meskipun insiden baku tembak sempat terjadi, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku, meskipun dalam kondisi yang rapuh. Terlepas dari situasi tersebut, Ibrahim menegaskan bahwa potensi kenaikan harga emas ke depan masih cukup terbuka lebar.

Ekonom: BSF Bisa Redam Gejolak Pasar, Tapi Tak Selesaikan Masalah Fundamental

Ringkasan

Harga emas dunia menunjukkan tren penguatan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah. Saat ini, harga emas tercatat berada di level US$ 4.715 per troy ons, setelah mengalami kenaikan 2,24% dalam sepekan terakhir. Sentimen negatif dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang memicu minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Analis memproyeksikan harga emas dunia akan bergerak di kisaran support US$ 4.389 hingga US$ 4.520 per troy ons untuk sepekan ke depan, yang setara dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.750.000 hingga Rp 2.786.000 per gram. Jika tren penguatan berlanjut, harga berpotensi menyentuh resistance hingga US$ 4.851 per troy ons atau Rp 2.900.000 per gram. Meskipun terdapat upaya gencatan senjata, potensi kenaikan harga emas diprediksi masih terbuka lebar.

Advertisements