Jadwal Nobar Pesta Babi Mahasiswa Pascasarjana Unpad Resmi Diundur

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) Universitas Padjadjaran (Unpad) memutuskan untuk menjadwalkan ulang kegiatan nonton bareng (nobar), bedah film, dan diskusi publik film Pesta Babi. Acara yang sedianya dilaksanakan di Gedung Bale Rumawat, Bandung, pada Sabtu, 16 Mei 2026, tersebut terpaksa ditunda karena terkendala izin operasional dari pihak kampus.

Advertisements

Ketua HMP Unpad, Enaldi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah berkoordinasi secara internal untuk menentukan tanggal baru. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terlaksana pada hari kerja di minggu depan. Penundaan ini terjadi setelah Direktorat Kemahasiswaan Unpad mencabut izin kegiatan yang sebelumnya telah dikantongi, dengan alasan tanggal pelaksanaan bertepatan dengan hari libur nasional Kenaikan Isa Almasih dan cuti bersama.

Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, mengonfirmasi penolakan izin tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan merupakan bentuk pembatasan terhadap kegiatan diskusi akademik. Menurut Inu, penolakan hanya didasarkan pada kendala ketersediaan staf sarana dan prasarana yang sedang libur. Pihak kampus bahkan mendukung kegiatan diskusi tersebut dan menyarankan agar hasil diskusi dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, menjelaskan bahwa prosedur perizinan di kampus memang mensyaratkan ketersediaan staf pendukung. Dandi menekankan bahwa Unpad tidak menghalangi diskusi terkait isu apa pun, selama tetap berada dalam koridor akademis. Menurutnya, penolakan izin karena kendala jadwal atau lokasi adalah hal yang lazim terjadi di lingkungan kampus.

Advertisements

Di sisi lain, rencana pemutaran film Pesta Babi di luar lingkungan kampus juga menemui hambatan. Seorang kreator konten di Bandung, Albiansyah, terpaksa mencari lokasi baru setelah pemilik kafe tempat ia berencana mengadakan acara nobar membatalkan izin secara sepihak tanpa memberikan alasan yang jelas.

Film dokumenter karya sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cipry Paju Dale ini memang tengah menjadi sorotan publik menyusul serangkaian pembubaran di berbagai daerah. Sebelumnya, kegiatan serupa di Universitas Khairun, Ternate, pada 12 Mei 2026 sempat dibubarkan oleh aparat berseragam TNI dan petugas keamanan kampus. Kejadian serupa juga pernah terjadi di Benteng Oranje, Ternate, pada 8 Mei 2026.

Ketegangan serupa juga mewarnai upaya pemutaran film di Universitas Mataram (Unram) pada 7 Mei 2026. Kegiatan yang digelar organisasi mahasiswa tersebut dibubarkan oleh pihak keamanan kampus. Wakil Rektor III Unram, Sujita, menyatakan secara tegas bahwa pemutaran film tersebut tidak diizinkan. Ia mengklaim bahwa isi film tersebut tidak pantas ditayangkan di lingkungan kampus karena dianggap mendiskreditkan pemerintah dan menghina negara.

Pilihan Editor: Dari Pesta Babi ke Reset Indonesia: Pola Represi Berulang

Dani Aswara, Budhy Nurgianto, dan Abdul Latief Apriaman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Ringkasan

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menunda acara nonton bareng dan diskusi film Pesta Babi yang sedianya dilaksanakan pada 16 Mei 2026. Penundaan tersebut terjadi karena kendala izin operasional dari pihak kampus, mengingat jadwal acara bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama. Pihak Unpad menegaskan bahwa penolakan izin ini murni didasarkan pada ketersediaan staf sarana dan prasarana, bukan bertujuan untuk membatasi ruang diskusi akademik.

Rencana pemutaran film dokumenter karya Dandhy Dwi Laksono dan Cipry Paju Dale ini juga menghadapi hambatan di berbagai lokasi lain, termasuk pembatalan sepihak oleh pemilik kafe di Bandung. Sebelumnya, pemutaran film serupa di sejumlah daerah seperti Ternate dan Mataram juga mengalami pembubaran oleh aparat maupun pihak keamanan kampus. Pihak penyelenggara di Unpad kini tengah berkoordinasi untuk menentukan jadwal baru agar diskusi tetap dapat terlaksana di lingkungan kampus.

Advertisements