Penjualan ST016 Tembus 40% dalam Sepekan, Minat Investor Tetap Tinggi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penjualan Sukuk Tabungan seri ST016 mencatatkan performa gemilang pada pekan pertama masa penawarannya. Di tengah fluktuasi pasar keuangan global dan suku bunga yang masih berada di level tinggi, instrumen investasi syariah ini tetap menjadi primadona bagi investor ritel yang mengincar keamanan serta imbal hasil kompetitif.

Advertisements

Berdasarkan data dari Bareksa per Jumat (15/5/2026), antusiasme masyarakat terlihat dari angka penjualan yang impresif. Untuk Sukuk Tabungan seri ST016 tenor dua tahun (ST016T2), kuota nasional telah terserap sebesar 39,96%. Sementara itu, seri dengan tenor empat tahun (ST016T4) juga mencatatkan serapan yang hampir serupa, yakni mencapai sekitar 40%.

Chief Investment Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari, menilai capaian tersebut sangat positif. Mengingat masa penawaran SBN Ritel biasanya berlangsung selama tiga hingga empat pekan, realisasi di atas 30% hanya dalam waktu tujuh hari merupakan sinyal kuat minat investor yang tetap terjaga.

“Pencapaian ini mencerminkan minat investor yang relatif kuat dan masih berada dalam jalur yang positif terhadap target indikatif pemerintah,” ujar Ni Putu kepada Kontan, Jumat (15/5/2026).

Advertisements

Menurutnya, daya tarik utama ST016 terletak pada kombinasi tiga faktor: kupon yang kompetitif, jaminan keamanan dari pemerintah, serta fitur floating with floor. Fitur ini memungkinkan kupon naik mengikuti suku bunga acuan namun tetap terjaga di batas bawah, sebuah keunggulan krusial di tengah ketidakpastian ekonomi dengan tren suku bunga higher for longer.

Sebagai instrumen investasi syariah yang diterbitkan negara, ST016 menawarkan pembayaran imbal hasil setiap bulan. Hal ini menjadikannya pilihan favorit bagi investor yang ingin mendapatkan pendapatan pasif (passive income) yang rutin dan stabil. Selain itu, setelah dipotong pajak, imbal hasil bersih ST016 terbukti jauh lebih menarik dibandingkan instrumen deposito perbankan konvensional.

Dari sisi demografi, Bareksa mengamati adanya pergeseran menarik. Kelompok milenial dan Gen Z mendominasi jumlah transaksi, yang membuktikan bahwa literasi keuangan di kalangan generasi muda Indonesia semakin meningkat. Di sisi lain, dari sisi nominal investasi atau asset under management (AUM), kontribusi terbesar masih disumbangkan oleh investor dari generasi Gen X dan Baby Boomers.

Ni Putu juga menyoroti perilaku investor saat ini yang cenderung lebih dinamis. “Kami melihat kombinasi antara investor lama yang melakukan reinvestasi dari seri SBN jatuh tempo, serta investor baru yang mulai masuk untuk mengamankan imbal hasil kompetitif dari ST016 ini,” jelasnya.

Dalam upaya memaksimalkan partisipasi publik, Bareksa terus mengedepankan kemudahan akses melalui ekosistem digital. Seluruh proses, mulai dari registrasi SBN Online, pemesanan, hingga pembayaran, dapat dilakukan secara praktis via aplikasi. Edukasi pun digencarkan secara masif melalui webinar, artikel riset, hingga media sosial.

Melihat tren penjualan pada pekan pertama ini, Ni Putu optimis target pemerintah akan tercapai. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan upsize atau penambahan kuota jika permintaan masyarakat terus membludak hingga masa penawaran berakhir.

“Kami menyarankan investor ritel untuk segera melakukan pemesanan agar tidak kehabisan kuota, mengingat tingginya permintaan yang sering terjadi pada seri-seri sebelumnya,” pungkas Ni Putu.

Ringkasan

Penjualan Sukuk Tabungan seri ST016 mencatatkan capaian impresif dengan serapan kuota nasional mencapai hampir 40% hanya dalam satu pekan masa penawaran. Antusiasme investor ritel ini didorong oleh fitur unggulan seperti kupon kompetitif, jaminan keamanan pemerintah, serta mekanisme imbal hasil floating with floor di tengah kondisi suku bunga yang tetap tinggi.

Dominasi investor muda dari kalangan milenial dan Gen Z dalam jumlah transaksi menunjukkan peningkatan literasi keuangan, sementara investor senior memberikan kontribusi terbesar dari sisi nominal investasi. Dengan performa penjualan yang positif, pihak Bareksa optimistis target pemerintah akan tercapai dan menyarankan masyarakat segera melakukan pemesanan sebelum kuota habis.

Advertisements