
SMAN 1 Pontianak secara resmi menyatakan sikap untuk tidak melanjutkan rencana pengulangan babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Pihak sekolah menegaskan telah menerima hasil perlombaan dengan lapang dada dan menyatakan ikhlas menempati posisi juara dua.
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan sekolah saat berkunjung ke Gedung MPR RI pada Kamis (14/5). Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR Abraham, serta Sekretaris Jenderal MPR.
“Kemarin sudah disepakati oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMAN 1 Pontianak saat berkunjung ke MPR RI. Mereka meminta agar perlombaan tidak perlu diulang lagi. Pihak SMAN 1 Pontianak menyatakan sudah legowo menerima hasil sebagai juara dua,” ujar Eddy kepada wartawan, Jumat (15/5).
Dukungan untuk SMAN 1 Sambas
Selain menerima hasil keputusan juri, SMAN 1 Pontianak juga menunjukkan sportivitas tinggi dengan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang akan melaju ke tingkat nasional. Sikap ini dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga semangat kompetisi yang sehat.
“Justru mereka akan mendukung SMAN 1 Sambas untuk maju ke tahapan final berikutnya,” tambah Eddy. Menurutnya, sikap kooperatif tersebut juga telah dituangkan secara formal melalui pernyataan terbuka kepada publik serta surat resmi yang ditujukan kepada Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.

Lebih lanjut, surat pernyataan dari pihak sekolah tersebut akan dibahas dalam Rapat Pimpinan (Rapim) MPR sebagai dasar pengambilan keputusan akhir. Pimpinan MPR nantinya akan menetapkan kebijakan resmi mengenai rencana pengulangan lomba berdasarkan permohonan yang disampaikan oleh SMAN 1 Pontianak.
Akar Polemik Penilaian
Polemik ini sebelumnya mencuat menyusul hasil babak final LCC tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada 9 Mei 2026. Ketegangan terjadi karena perbedaan penilaian dari dewan juri terkait jawaban peserta.
Pada saat itu, SMAN 1 Pontianak mendapatkan pengurangan nilai sebesar 5 poin karena artikulasi jawaban dinilai kurang jelas oleh juri. Di sisi lain, SMAN 1 Sambas justru mendapatkan tambahan 10 poin untuk jawaban yang dinilai memiliki esensi serupa. Perbedaan perlakuan penilaian inilah yang sempat memicu perdebatan sebelum akhirnya diselesaikan dengan sikap bijak dari pihak SMAN 1 Pontianak.

Ringkasan
SMAN 1 Pontianak memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pengulangan babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Pihak sekolah menyatakan telah menerima hasil perlombaan sebagai juara dua dengan lapang dada serta memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk melaju ke tingkat nasional. Keputusan ini telah disampaikan secara resmi oleh perwakilan sekolah kepada pimpinan MPR RI.
Polemik ini bermula dari perbedaan penilaian dewan juri terkait artikulasi dan esensi jawaban peserta yang sempat memicu perdebatan. Pimpinan MPR RI akan segera membahas surat pernyataan dari pihak sekolah tersebut dalam rapat pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan akhir. Sikap kooperatif SMAN 1 Pontianak ini dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga semangat kompetisi yang sehat.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia