Prabowo Akui Program Makan Bergizi Gratis Banyak Masalah, Siap Lakukan Penertiban

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Meskipun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus membenahi dan menyelesaikan setiap masalah yang menghambat jalannya proyek prioritas pemerintah tersebut.

Advertisements

Dalam kunjungannya di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 26 Mei 2026, Presiden menekankan bahwa program MBG dan Koperasi Merah Putih merupakan pilar ekonomi utama di era pemerintahannya. “Bahwa banyak masalah iya, bahwa banyak tantangan benar, MBG banyak masalah, kita harus tertibkan,” tegas Prabowo sebagaimana disiarkan oleh Sekretariat Presiden.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menyoroti isu integritas sebagai salah satu penghambat utama. Menurutnya, masih banyak oknum pimpinan yang gagal menjaga amanah terkait pengelolaan anggaran. Oleh karena itu, Prabowo menyatakan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas berupa pencopotan jabatan bagi siapa pun yang terbukti menyalahgunakan wewenang dalam program strategis ini.

Di sisi lain, Prabowo berkomitmen untuk tetap melanjutkan program MBG demi kesejahteraan masyarakat luas. Ia mengaku kerap menerima aspirasi dari masyarakat kecil, terutama petani, yang merasakan manfaat langsung dari program ini. “Saya bertemu rakyat kecil, petani, mereka bilang tolong Pak, MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan dan sangat membantu ekonomi keluarga kami,” ungkap mantan menteri pertahanan tersebut.

Advertisements

Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, pemerintah berencana meluncurkan pusat kendali atau National Command Center Program Makan Bergizi Gratis. Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, menjelaskan bahwa pusat kendali ini direncanakan akan diresmikan pada pertengahan Mei 2026.

Command center untuk pelaksanaan program MBG se-Indonesia akan berpusat di Kemenko Pangan. Rencananya, insyaallah akan diresmikan pada 17 Mei 2026,” ujar Nani, Minggu, 27 April 2026. Ia menambahkan bahwa pusat komando ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta membenahi tata kelola layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Fokus pemerintah sepanjang tahun 2026 adalah meningkatkan kualitas layanan melalui perbaikan manajemen operasional. Langkah konkret pun telah diambil, di mana ribuan SPPG sempat dihentikan operasionalnya untuk evaluasi menyeluruh. Penangguhan ini dilakukan menyusul temuan sejumlah kasus keracunan dan fasilitas yang tidak memenuhi standar kebersihan yang ditetapkan.

Pilihan Editor: Rupiah Anjlok, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS

Ringkasan

Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya berbagai kendala dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk isu integritas dalam pengelolaan anggaran. Menanggapi tantangan tersebut, Presiden menegaskan akan melakukan penertiban secara tegas, termasuk memberikan sanksi pencopotan jabatan bagi oknum yang menyalahgunakan wewenang dalam proyek strategis ini.

Untuk meningkatkan efektivitas dan pengawasan, pemerintah berencana meresmikan National Command Center pada Mei 2026 guna memperkuat sinergi tata kelola program. Selain itu, pemerintah terus melakukan evaluasi manajemen operasional dan perbaikan standar kebersihan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi memastikan keberlanjutan program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Advertisements