Rupiah Anjlok, DPR Minta BI Bertindak Usai Prabowo Tenangkan Rakyat

JogloNesia – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memberikan dukungan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, upaya Presiden untuk menenangkan masyarakat sangatlah tepat, terutama bagi warga di pedesaan yang tidak bersentuhan langsung dengan transaksi mata uang asing.

Advertisements

Menurut Misbakhun, pernyataan tersebut bertujuan meredam kekhawatiran publik. “Apa yang disampaikan Bapak Presiden terkait nilai tukar sudah benar. Masyarakat diminta tenang, khususnya mereka yang berada di pedesaan karena aktivitas ekonomi mereka memang tidak terkait langsung dengan transaksi menggunakan dolar,” kata Misbakhun kepada awak media, Senin (18/5).

Kendati demikian, Misbakhun mengakui bahwa pelemahan rupiah tetap memberikan dampak nyata pada sektor-sektor tertentu, terutama terkait kegiatan impor dan masyarakat kalangan atas yang sering bepergian ke luar negeri. Ia menekankan bahwa dinamika kurs saat ini menjadi sinyal bagi Bank Indonesia (BI) untuk menyelaraskan kebijakan sesuai arahan Presiden, yakni menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap berada di posisi ideal.

“Rupiah harus dikendalikan dan dikembalikan ke nilai yang ideal, karena fluktuasi ini berpengaruh pada mereka yang bertransaksi dengan dolar,” tegasnya.

Advertisements

Lebih lanjut, Misbakhun menyoroti risiko inflasi yang dipicu oleh mahalnya bahan baku impor. Mengingat ketergantungan banyak komoditas pangan terhadap bahan baku dari luar negeri, pelemahan rupiah yang melampaui asumsi makro dalam APBN 2024 menjadi perhatian serius. “Ada kekhawatiran hal ini akan menekan inflasi karena biaya impor bahan baku menjadi lebih mahal,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto merespons gejolak nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp 17.600 per dolar AS dengan sikap santai. Saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5), Prabowo menegaskan bahwa ekonomi Indonesia masih dalam kondisi kuat dan stabil.

Dalam kesempatan itu, Prabowo bahkan melontarkan kelakar mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut selama menterinya tersebut masih bisa tersenyum, maka masyarakat tidak perlu panik dengan angka kurs dolar AS. “Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak usah khawatir, mau dolar berapa ribu pun,” ujar Prabowo yang disambut tawa hadirin.

Presiden kembali menegaskan bahwa masyarakat di pedesaan tidak perlu cemas karena mata uang yang mereka gunakan sehari-hari tetaplah rupiah. Ia juga berseloroh bahwa pihak yang sebenarnya paling merasakan tekanan dari pelemahan kurs ini hanyalah segelintir orang yang kerap bepergian ke luar negeri. “Yang pusing itu yang suka keluar negeri. Hayo, siapa nih?” tutur Prabowo diiringi gelak tawa para menteri dan pengusaha yang hadir.

Baca Juga: Prabowo Santai Tanggapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok!

Ringkasan

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang menenangkan masyarakat di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Presiden menekankan bahwa fluktuasi kurs tidak berdampak langsung pada masyarakat di pedesaan, sehingga publik diimbau untuk tidak panik selama kondisi ekonomi nasional tetap stabil.

Di sisi lain, DPR mendesak Bank Indonesia untuk segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar agar kembali ke posisi ideal. Hal ini penting dilakukan karena pelemahan rupiah berisiko meningkatkan biaya impor bahan baku yang dapat memicu inflasi serta membebani sektor-sektor yang bergantung pada transaksi mata uang asing.

Advertisements