Kronologi Jurnalis Diduga Diculik Israel Saat Perjalanan Menuju Gaza

Pencegatan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) oleh militer Israel di Laut Mediterania memicu kecaman keras dari berbagai pihak di Indonesia. Sejumlah jurnalis dan aktivis Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi pelayaran menuju Gaza diduga ditahan setelah kapal mereka diintersep di perairan internasional.

Advertisements

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kantor Staf Presiden (KSP), serta berbagai tokoh dan organisasi pers, mendesak Israel agar segera membebaskan para relawan dan jurnalis tersebut. Hingga Selasa (19/5), jumlah WNI yang diduga diculik bertambah menjadi sembilan orang, yang terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan.

Jumlah WNI yang Diduga Diculik Israel Bertambah Menjadi 9 Orang

Kabar mengenai pencegatan kapal-kapal misi kemanusiaan untuk Gaza oleh militer Israel di perairan Mediterania mencuat pada Senin (18/5). Berdasarkan data yang diberikan oleh Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandi, berikut adalah daftar sembilan WNI yang diduga ditahan oleh pihak Israel:

Advertisements
  • Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk
  • Rahendro Herubowo – Kapal Ozgurluk
  • Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Kapal Boralize
  • Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo) – Kapal Ozgurluk
  • Andi Angga (Aktivis) – Kapal Josef
  • Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis) – Kapal Zafiro
  • Ronggo Wirasano (Aktivis) – Kapal Zafiro
  • Asad Aras Muhammad (GPCI) – Kapal Kasr-1 Sadabat
  • Hendro Prasetyo (GPCI) – Kapal Kasr-1 Sadabat

Pemerintah Indonesia Desak Pembebasan Relawan Global Sumud Flotilla

Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kepada rakyat Palestina sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Dudung menyatakan bahwa pemerintah melalui perwakilan di luar negeri terus melakukan pendekatan kepada otoritas setempat untuk memastikan akses serta proses kepulangan WNI berjalan lancar. Selain itu, Indonesia telah bergabung dalam pernyataan bersama dengan sembilan negara lainnya, yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, untuk mengutuk keras tindakan militer Israel tersebut.

Israel Cegat 41 Kapal Kemanusiaan di Laut Mediterania

Penyelenggara Global Sumud Flotilla (GSF) melaporkan bahwa militer Israel telah mencegat 41 kapal bantuan kemanusiaan di Laut Mediterania timur pada Selasa (19/5). Armada ini sebenarnya terdiri dari 54 kapal dengan 426 peserta dari 39 negara yang berangkat dari Turki selatan pada 15 Mei lalu. Hingga saat ini, masih ada 10 kapal yang terus melaju menuju Gaza, dengan kapal terdekat, yaitu Sirius, berada sekitar 145 mil laut dari target.

Kondisi Jurnalis yang Terlibat dalam Misi

Di antara mereka yang diduga ditahan, terdapat jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho. Pihak Tempo menyatakan telah kehilangan kontak dengan Andre setelah kapal Ozgurluk yang ditumpanginya dicegat militer Israel. Sebelum berlayar, Andre diketahui sempat mengirimkan video pesan SOS sebagai bagian dari protokol keamanan.

Kecaman juga datang dari Wakil Pimpinan Redaksi Republika, Stevy Maradona, menyusul pencegatan yang menimpa jurnalis mereka. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut tindakan Israel yang menghalangi misi kemanusiaan dan menculik wartawan sebagai tindakan yang memalukan.

Respons Tegas Kemlu dan Menkomdigi

Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengecam keras tindakan militer Israel di perairan Siprus tersebut. Kemlu mendesak agar Israel segera menghentikan penahanan dan memastikan keselamatan seluruh awak kapal. Senada dengan hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan keprihatinan mendalam atas keselamatan para jurnalis yang menjalankan tugas peliputan di wilayah konflik tersebut.

Di sisi lain, Kepala KSP Dudung Abdurachman menambahkan bahwa terdapat empat WNI lainnya yang sempat lolos dari pencegatan, namun posisi mereka saat ini masih berada dalam situasi yang rawan di laut Mediterania Timur.

Desakan kepada PBB

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, turut mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah yang lebih tegas dengan melobi Dewan Keamanan PBB dan Amerika Serikat. Menurutnya, aksi pencegatan dan penangkapan ini merupakan pelanggaran serius yang tidak sejalan dengan upaya perdamaian di Timur Tengah, sehingga tekanan internasional sangat diperlukan untuk membebaskan para aktivis dan jurnalis yang ditahan.

Ringkasan

Militer Israel melakukan pencegatan terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional Mediterania, yang mengakibatkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) terdiri dari jurnalis dan aktivis dilaporkan ditahan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kantor Staf Presiden mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh awak kapal yang ditahan guna menjamin keselamatan mereka.

Tindakan militer Israel ini juga memicu kecaman luas dari berbagai organisasi pers, lembaga keagamaan, serta dukungan diplomatik melalui pernyataan bersama dengan sembilan negara lainnya. Pemerintah Indonesia kini terus berupaya melakukan pendekatan melalui jalur diplomatik untuk memastikan akses terhadap para WNI serta menuntut perlindungan sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Advertisements