
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa harus mengakhiri perdagangan pada Rabu (20/5) di zona merah. Berdasarkan data dari Stockbit, pergerakan negatif ini terjadi di tengah sentimen pelemahan yang juga dialami oleh mayoritas bursa saham di kawasan Asia.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG terpantau anjlok sebesar 52,18 poin atau melemah 0,82% hingga parkir di level 6.318,5. Sentimen negatif serupa juga membayangi indeks LQ45 yang terkoreksi 0,65% ke posisi 630,677.
Meskipun ditutup melemah, aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif dengan total nilai transaksi mencapai Rp21,59 triliun. Adapun volume perdagangan tercatat sebanyak 40,22 miliar lembar saham dengan total frekuensi transaksi mencapai 2,47 juta kali.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mampu mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk ke dalam jajaran Top Gainers, antara lain:
- LCKM (LCK Global Kedaton) melesat 44 poin (29,33%) ke harga 194
- SURE (Super Energy) menguat 590 poin (24,89%) ke harga 2.960
- APIC (Pacific Strategic Financial) naik 320 poin (24,81%) ke harga 1.610
- INTD (Inter-Delta) naik 56 poin (24,35%) ke harga 286
- MORA (Ekamas Mora Republik) melonjak 1175 poin (19,75%) ke harga 7.125
Sebaliknya, beberapa saham harus mengalami tekanan jual yang cukup dalam dan menempati daftar Top Losers:
- RELI (Reliance Sekuritas Indonesia) turun 90 poin (15,00%) ke harga 510
- TPIA (Chandra Asri Pacific) terkoreksi 460 poin (14,74%) ke harga 2.660
- WBSA (BSA Logistics Indonesia) turun 135 poin (14,67%) ke harga 785
- ASPR (Asia Pramulia) turun 68 poin (14,66%) ke harga 396
- SMMT (Golden Eagle Energy) turun 275 poin (14,59%) ke harga 1.610
Sementara itu, berdasarkan nilai transaksi, saham-saham yang menjadi primadona atau Top Value meliputi BUMI (Rp1,88 triliun), BMRI (Rp1,30 triliun), BBCA (Rp1,16 triliun), BRPT (Rp838,94 miliar), dan BBRI (Rp837,91 miliar). Dari sisi volume perdagangan (Top Volume), urutan teratas diisi oleh BUMI, BIPI, DEWA, BNBR, dan ASPR.
Berbanding terbalik dengan performa bursa, nilai tukar rupiah justru menunjukkan taringnya. Rupiah ditutup menguat di level Rp17.600 per dolar AS pada perdagangan sore ini, terapresiasi 114 poin atau sekitar 0,644% dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi yang berada di level Rp17.714 per dolar AS.
Di sisi lain, bursa saham kawasan Asia secara umum menunjukkan tren negatif. Merujuk pada data Stockbit dan Yahoo Finance, berikut adalah performa sejumlah indeks utama di Asia:
- Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun 1,23% ke 59.804,41
- Indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,57% ke 25.651,12
- Indeks SSE Composite (China) turun 0,18% ke 4.162,18
- Indeks Straits Times (Singapura) turun 0,51% ke 5.046,30
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,82% ke level 6.318,5 pada perdagangan Rabu (20/5), seiring dengan tren negatif yang melanda mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Meskipun terjadi koreksi pada indeks utama dan LQ45, aktivitas pasar tetap aktif dengan total nilai transaksi mencapai Rp21,59 triliun melalui frekuensi sebanyak 2,47 juta kali.
Di tengah tekanan pasar saham, nilai tukar rupiah justru menunjukkan penguatan sebesar 0,644% ke level Rp17.600 per dolar AS dibandingkan posisi pembukaan. Sementara itu, sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan seperti LCKM dan SURE, sedangkan saham-saham seperti RELI dan TPIA mengalami tekanan jual yang cukup dalam.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia