PM Israel Netanyahu perintahkan serangan ke Lebanon

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi memerintahkan serangan militer ke kawasan Dahiyeh, sebuah wilayah di pinggiran selatan Beirut yang menjadi basis Hizbullah, pada Senin (1/6). Langkah ini menandai eskalasi konflik yang semakin tajam sekaligus memberikan tekanan besar terhadap upaya diplomasi yang dimediasi oleh Amerika Serikat terkait ketegangan di kawasan tersebut.

Advertisements

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tindakan militer Israel di Lebanon menjadi salah satu hambatan utama dalam proses diplomatik untuk meredam konflik AS-Iran. Pihak Iran menekankan bahwa tercapainya gencatan senjata di Lebanon merupakan elemen krusial dan tak terpisahkan dalam setiap kesepakatan perdamaian yang diupayakan.

Dampak Eskalasi bagi Warga Sipil

Peringatan serangan dari pihak Israel memicu gelombang pengungsian baru dari Dahiyeh. Fenomena ini menambah panjang daftar krisis kemanusiaan di Lebanon, di mana lebih dari satu juta orang telah terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik berkepanjangan.

Advertisements

Dalam pernyataan video yang dikutip oleh Reuters pada Senin (1/6), Netanyahu menegaskan ketegasannya, “Tidak akan ada situasi di mana Hizbullah menyerang kota-kota dan warga negara kita, sementara markas teroris mereka di Dahiyeh, Beirut, tetap dianggap sebagai wilayah terlarang bagi kami.”

Baca juga:

  • Laporan PBB: Tentara Israel dan Rusia Lecehkan Tahanan Pria hingga Anak-anak
  • PM Netanyahu Perintahkan Tentara Israel Kuasai 70% Wilayah Gaza
  • Gas Beracun dari Serangan Israel ke Fasilitas Minyak Iran Setara Letusan Gunung

Netanyahu menambahkan bahwa Israel kini semakin mendalami aktivitas darat di Lebanon. Pasukan Israel bahkan telah menetapkan zona keamanan secara sepihak di bagian selatan Lebanon dengan dalih melindungi wilayah utara Israel dari serangan Hizbullah.

Perlu diketahui, setelah sempat membombardir pinggiran selatan Beirut pada awal perang, Israel sempat menahan diri dengan hanya melakukan dua serangan di area tersebut sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Lebanon pada 16 April lalu, meski permusuhan di wilayah Lebanon selatan terus berkecamuk.

Akar konflik ini kembali menguat pada 2 Maret, saat Hizbullah melancarkan serangan ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran di tengah kondisi konflik yang melibatkan AS dan Israel.

Warga Berbondong-bondong Mengungsi

Kondisi di lapangan semakin memprihatinkan bagi penduduk setempat. “Ini sudah ketiga kalinya sejak gencatan senjata kami terpaksa berpindah-pindah tempat,” ujar Naji Musulmani (61), yang terlihat mengendarai truk pikap berisi kasur menyusuri jalanan Beirut yang macet demi menjauh dari zona konflik di pinggiran selatan. Setelah sebelumnya melarikan diri dari wilayah selatan, Musulmani kini berencana mencari perlindungan ke kota Tripoli di utara Lebanon.

Keputusan untuk kembali menyerang “target teroris” di pinggiran selatan Beirut diambil oleh Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel, Katz. Kebijakan ini didasari oleh klaim adanya “pelanggaran berulang” terhadap gencatan senjata yang dilakukan oleh Hizbullah serta serangan yang ditujukan langsung ke kota-kota dan warga negara Israel, sebagaimana tertuang dalam pernyataan resmi kantor Perdana Menteri Israel.

Ringkasan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan militer ke wilayah Dahiyeh, Beirut, yang merupakan basis kelompok Hizbullah. Keputusan ini diambil sebagai respons atas klaim pelanggaran gencatan senjata serta serangan yang menargetkan warga dan kota-kota di Israel. Langkah militer tersebut dinilai memperkeruh ketegangan regional dan menghambat upaya diplomasi yang sedang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Eskalasi serangan ini memicu gelombang pengungsian besar di Lebanon, menambah jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal hingga lebih dari satu juta orang. Selain serangan udara, Israel juga memperdalam operasi darat guna menetapkan zona keamanan sepihak di wilayah Lebanon selatan. Pihak Iran menegaskan bahwa tercapainya gencatan senjata di Lebanon merupakan elemen kunci untuk mewujudkan perdamaian di kawasan tersebut.

Advertisements