Kebijakan Ekspor Satu Pintu Bayangi Saham Batu Bara dan CPO

Jakarta, JogloNesia — Pergerakan harga saham emiten batu bara dan perkebunan kelapa sawit (CPO) cenderung bervariasi pada perdagangan Senin (2/6/2026). Sentimen utama pasar saat ini tertuju pada kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Advertisements

Pelaku pasar kini tengah mencermati dampak implementasi kebijakan tersebut terhadap rantai perdagangan, kontrak ekspor, hingga margin keuntungan perusahaan. Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 09.30 WIB, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menjadi satu-satunya emiten batu bara berkapitalisasi besar yang terkoreksi, turun 1,49% ke level 8.275.

Di sisi lain, sejumlah emiten batu bara lainnya justru mampu bertahan di zona hijau. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencatatkan penguatan sebesar 1,19% ke level 170, sementara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) naik 0,79% ke posisi 22.275. Tren positif juga diikuti oleh PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang menguat 0,36% ke level 2.790 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp32,1 triliun, serta PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) yang naik tipis 0,25% ke level 3.970.

Pergerakan serupa juga terlihat di sektor perkebunan kelapa sawit yang merespons kebijakan pemerintah dengan dinamika yang beragam. PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) tampil sebagai salah satu pendorong utama sektor ini dengan kenaikan 1,93% ke level Rp6.600. Lonjakan signifikan juga dicatatkan oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) sebesar 5,71% ke Rp740, serta PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang menguat 3,36% ke Rp1.230.

Advertisements

Meski mayoritas saham sawit menguat, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) terpantau bergerak stabil dengan koreksi tipis 0,20% ke Rp4.900. Sementara itu, PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,20% ke level Rp84.

Ketidakpastian pasar ini tidak terlepas dari masa transisi ekspor komoditas strategis melalui DSI yang telah berlaku sejak 1 Juni 2026. Pemerintah kini mewajibkan eksportir batu bara, CPO, dan paduan besi (ferro alloy) untuk melaporkan dokumen ekspor melalui DSI sebelum nantinya diimplementasikan secara penuh pada awal 2027.

Tim riset OCBC Sekuritas memproyeksikan aktivitas perdagangan pada pekan ini akan meningkat seiring dengan normalnya hari bursa. Namun, sentimen pasar diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana skema ekspor baru ini dijalankan pada tahap awal.

Sebagai informasi, kebijakan satu pintu ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi harga ekspor, menekan praktik under-invoicing, serta mengoptimalkan penerimaan negara dan memperkuat pasokan devisa. Meski demikian, para pelaku industri hingga saat ini masih menantikan kejelasan teknis lebih lanjut terkait kontrak jangka panjang, mekanisme perdagangan, serta peran trader dalam rantai ekspor ke depannya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Pasar saham emiten batu bara dan kelapa sawit (CPO) menunjukkan pergerakan bervariasi menyusul pemberlakuan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sejak 1 Juni 2026. Meskipun beberapa emiten besar seperti Adaro Andalan Indonesia mengalami koreksi, mayoritas perusahaan batu bara dan CPO lainnya justru mencatatkan penguatan di tengah masa transisi kebijakan ini. Pelaku pasar kini terus mencermati dampak regulasi tersebut terhadap margin keuntungan serta efektivitas rantai perdagangan komoditas ke depannya.

Kebijakan ekspor satu pintu ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi harga, mencegah praktik under-invoicing, serta mengoptimalkan penerimaan negara dan devisa. Saat ini, para pelaku industri masih menantikan kejelasan teknis terkait mekanisme perdagangan dan kontrak jangka panjang sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan secara penuh pada awal 2027. Tim riset OCBC Sekuritas memproyeksikan bahwa sentimen pasar akan tetap sangat dipengaruhi oleh perkembangan skema ekspor baru ini dalam waktu dekat.

Advertisements