
Hingga Selasa (28/4) siang, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur dilaporkan mencapai 15 orang, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka. Proses evakuasi dan identifikasi korban saat ini masih terus dilakukan secara intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima 10 kantong jenazah korban perempuan sejak Selasa dini hari. Sejauh ini, sudah terdapat tujuh keluarga yang melapor ke posko antemortem untuk mencari anggota keluarga mereka yang hilang dalam peristiwa tersebut.
Proses Identifikasi Terus Berlangsung
Guna mempercepat proses pengenalan identitas, pihak kepolisian telah mengerahkan personel dari Pusident Polda Metro Jaya, Polres, hingga Mabes Polri. Prima menjelaskan bahwa tim gabungan saat ini fokus melakukan rekonsiliasi data antara antemortem dan postmortem.
“Proses identifikasi sedang berjalan. Kami bekerja sama dengan seluruh unsur kepolisian agar identitas para korban dapat segera terungkap,” ujar Prima.

Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam insiden ini, pihak rumah sakit sangat mengharapkan agar segera mendatangi posko antemortem di RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri. Prima menekankan pentingnya peran aktif keluarga dalam memberikan data pendukung untuk mempercepat proses identifikasi.
Keluarga yang melapor diminta membawa dokumen yang relevan, seperti kartu identitas resmi, ijazah, atau foto yang memperlihatkan kondisi gigi korban, guna membantu proses pencocokan sidik jari dan data pembanding lainnya.

Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas ini bermula ketika sebuah taksi mengalami gangguan kelistrikan hingga mogok di perlintasan sebidang daerah Ampera, Bekasi Timur. Taksi tersebut kemudian tertabrak oleh KRL yang sedang melaju ke arah Jakarta.
Kecelakaan awal tersebut mengakibatkan rangkaian KRL tujuan Cikarang terhenti di Stasiun Bekasi Timur. Namun, situasi memburuk ketika rangkaian KRL yang berhenti tersebut ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek dengan tujuan Surabaya, yang memicu jatuhnya korban jiwa dan luka-luka yang signifikan.

Ringkasan
Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur menyebabkan 15 orang meninggal dunia serta 88 orang mengalami luka-luka. Saat ini, RS Polri Kramat Jati telah menerima 10 kantong jenazah dan mencatat tujuh keluarga yang melapor ke posko antemortem untuk proses identifikasi. Tim gabungan kepolisian terus melakukan rekonsiliasi data postmortem dan antemortem guna mempercepat pengenalan identitas korban.
Pihak rumah sakit mengimbau keluarga korban segera melapor dengan membawa dokumen pendukung seperti kartu identitas, ijazah, atau foto gigi untuk memperlancar pencocokan data. Peristiwa ini bermula dari taksi mogok yang tertabrak KRL, kemudian situasi memburuk saat rangkaian KRL yang berhenti di stasiun ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia