RUPS ABMM Setujui Dividen Rp267 Miliar, Saham Andalan Lo Kheng Hong

JogloNesia – JAKARTA — PT ABM Investama Tbk. (ABMM) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar US$15,5 juta atau setara dengan Rp267,06 miliar. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada Rabu (29/4/2026).

Advertisements

Group Head of Corporate Finance, Treasury, and Investor Relation ABMM menyatakan bahwa pembayaran dividen dijadwalkan pada 28 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen perseroan dalam menyeimbangkan pemberian imbal hasil bagi para pemegang saham sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan. “RUPS telah memutuskan pembagian dividen senilai US$15,5 juta atau setara Rp267,057 miliar,” ujarnya dalam sesi Paparan Publik pasca-RUPS.

Baca juga: Asa Lo Kheng Hong Soal Dividen ABMM Jelang RUPST 2026

Selain menyepakati dividen, RUPS juga menetapkan alokasi laba sebesar US$100 juta sebagai cadangan perusahaan. Adapun sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan operasional serta rencana ekspansi perseroan di masa mendatang.

Advertisements

Berdasarkan laporan keuangan per akhir Desember 2025, ABMM mencatatkan laba bersih sebesar US$70,61 juta atau sekitar Rp1,19 triliun. Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 49,33% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai US$139,36 juta, yang dipicu oleh pelemahan kinerja pendapatan perusahaan.

Baca juga: Lo Kheng Hong Accumulates 1.36 Million ABMM Stocks Despite Sluggish Performance in 2025

Sepanjang tahun 2025, pendapatan ABMM mengalami kontraksi 13,50% secara tahunan (year-on-year) menjadi US$1,03 miliar. Segmen kontraktor tambang dan tambang batu bara masih menjadi kontributor utama dengan nilai US$755,01 juta, disusul oleh segmen jasa yang menyumbang US$185,22 juta.

Tekanan margin akibat penurunan pendapatan turut memengaruhi efisiensi perusahaan. Meskipun beban pokok pendapatan berhasil ditekan sebesar 12,58% menjadi US$934,49 juta, laba kotor perseroan tetap terkoreksi 20,97% menjadi US$103,67 juta.

Baca juga: Lo Kheng Hong Borong 1,36 Juta Saham ABMM Saat Kinerja Keuangan Merosot 2025

Di sisi neraca keuangan, total aset perseroan tercatat sebesar US$2,05 miliar atau turun 1,92% dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, ABMM menunjukkan perbaikan struktur permodalan dengan peningkatan ekuitas sebesar 3,91% menjadi US$880,42 juta, disertai dengan penurunan liabilitas sebesar 5,88% menjadi US$1,17 miliar.

Sebagai catatan positif, posisi kas dan setara kas perseroan justru meningkat 17,15% menjadi US$199,52 juta. Kondisi likuiditas yang lebih kuat ini memberikan landasan yang lebih stabil bagi perseroan dalam menavigasi dinamika industri di masa depan.

Ringkasan

PT ABM Investama Tbk (ABMM) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp267,06 miliar atau setara US$15,5 juta dalam Rapat Umum Pemegang Saham terbaru. Dividen tersebut dijadwalkan akan dibayarkan kepada para pemegang saham pada 28 Mei 2026 sebagai komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil. Selain itu, perseroan mengalokasikan dana cadangan sebesar US$100 juta dan menetapkan sisa laba bersih sebagai laba ditahan untuk keperluan operasional dan ekspansi.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, ABMM mencatatkan laba bersih sebesar US$70,61 juta di tengah penurunan pendapatan sebesar 13,50% secara tahunan. Meski kinerja keuangan terkoreksi, perusahaan berhasil memperkuat struktur permodalannya dengan meningkatkan ekuitas menjadi US$880,42 juta dan menurunkan nilai liabilitas. Posisi kas perusahaan juga mengalami kenaikan signifikan menjadi US$199,52 juta, yang memberikan stabilitas likuiditas untuk menghadapi tantangan industri kedepan.

Advertisements