Aksi May Day di Depan Kantor Gubernur Jateng Berjalan Tertib

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, berlangsung dengan suasana yang kondusif. Aksi yang diikuti oleh gabungan elemen buruh dan mahasiswa ini berjalan tertib sejak pukul 13.00 hingga 17.30 WIB, sebelum akhirnya massa membubarkan diri dengan teratur menjelang azan Magrib.

Advertisements

Sepanjang aksi berlangsung, semangat para demonstran terus terjaga berkat iringan musik dari sejumlah musisi yang hadir. Dengan menabuh drum dan memetik gitar, alunan lagu-lagu perjuangan berhasil menambah antusiasme massa yang hadir untuk menyampaikan aspirasinya.

Kehadiran massa tersebut disambut langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang didampingi oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, serta Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sikap tertib yang ditunjukkan oleh para peserta aksi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen buruh yang sampai saat ini telah melaksanakan kegiatan May Day ini dengan tertib dan aman. Ini menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi,” ujar Luthfi pada Jumat (1/5). Ia juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan modal krusial bagi daerah. Menurutnya, situasi yang aman akan mendorong iklim investasi yang sehat, sehingga pembangunan di Jawa Tengah dapat terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat.

Advertisements

Di sisi lain, aksi ini menjadi wadah bagi para buruh untuk menyuarakan keresahan ekonomi. Masfui (45), salah satu buruh yang datang jauh-jauh dari Tegal, menyatakan bahwa perjuangan ini didasari oleh tuntutan kenaikan upah yang layak. Ia menyoroti ketimpangan antara kenaikan upah minimum regional (UMR) yang dinilai minim dengan lonjakan harga kebutuhan pokok yang kian memberatkan.

Sejalan dengan tuntutan buruh, perwakilan mahasiswa yang berorasi di atas mobil komando turut menyampaikan pandangan kritisnya terhadap pemerintah. Mahasiswa dari Unika tersebut mengajak rekan-rekannya untuk tetap berani menyuarakan kebenaran. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melakukan pengawasan agar penguasa tetap berpegang pada kepentingan rakyat dan tidak bertindak semena-mena.

“Saya minta teman-teman untuk terus berisik, jangan mau dikontrol rasa takut. Kalau bukan rakyat yang mengontrol, penguasa akan makin semena-mena terhadap rezim ini,” tegas orator tersebut di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Ringkasan

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah berlangsung dengan tertib dan kondusif sejak pukul 13.00 hingga 17.30 WIB. Aksi yang diikuti oleh gabungan elemen buruh dan mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama jajaran Forkopimda. Gubernur memberikan apresiasi atas kedewasaan massa dalam menyampaikan aspirasi yang dinilai penting bagi stabilitas keamanan dan iklim investasi daerah.

Dalam aksi tersebut, para buruh menyampaikan keresahan terkait kenaikan upah yang dianggap belum sebanding dengan lonjakan harga kebutuhan pokok. Senada dengan hal tersebut, perwakilan mahasiswa turut melakukan orasi untuk mengkritisi kebijakan pemerintah dan menekankan pentingnya pengawasan rakyat terhadap kekuasaan. Meskipun diwarnai tuntutan yang kritis, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman hingga massa membubarkan diri secara teratur.

Advertisements