
JogloNesia — Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan kualitasnya di kancah internasional. Dalam ajang Moto3 GP Prancis 2026 yang berlangsung di Circuit de la Sarthe pada Minggu (10/5/2026), Veda tampil memukau dengan melakukan aksi kebangkitan dramatis dari posisi ke-14 hingga akhirnya finis di urutan keempat, nyaris meraih podium.
Balapan di Le Mans berjalan penuh tantangan sejak awal. Hujan yang mengguyur sirkuit sebelum perlombaan dimulai membuat kondisi lintasan sangat licin dan memaksa para pembalap ekstra waspada.
Hasil Kualifikasi Moto3 Prancis 2026: Veda Ega Start Posisi 6!
Awal Balapan yang Penuh Ujian
Veda Ega Pratama sebenarnya memulai balapan dengan posisi start yang menjanjikan di urutan keenam. Namun, saat lampu start padam, pembalap Honda Team Asia ini kehilangan momentum krusial, yang membuatnya merosot ke posisi ke-10 di tikungan pertama.
Situasi bertambah pelik karena kepadatan pembalap di trek yang basah memicu insiden beruntun. Pada lap pembuka, tiga pembalap harus rela tersingkir lebih awal karena kehilangan grip di aspal Circuit de la Sarthe. Kesulitan Veda berlanjut hingga lap kedua, di mana ia sempat tercecer ke posisi ke-14 akibat kondisi balapan yang sangat kacau.
Hasil Final Championship 2025/2026: Gustavo Tocantins Jadi Pembeda! PSS Sleman vs Garudayaksa Lanjut ke Extra Time
Di tengah kondisi trek yang berubah-ubah antara basah dan mulai mengering, strategi serta ketenangan menjadi kunci utama. Banyak pembalap kesulitan menjaga stabilitas motor saat keluar tikungan, namun fase ini justru menjadi awal bagi Veda untuk membenahi posisinya.
Momentum Kebangkitan Veda Ega Pratama
Memasuki lap ketiga, Veda mulai menemukan ritme terbaiknya. Di saat enam pembalap lain gagal melanjutkan balapan akibat insiden, Veda justru tampil konsisten. Pada lap keempat, ia sukses merangkak naik ke posisi kesembilan, kemudian terus menekan hingga menempati urutan kedelapan.
Drama balapan berlanjut dengan jatuhnya Nicola Carraro, yang menambah daftar pembalap yang gagal finis. Keberuntungan juga memihak ketika pembalap papan atas, Alvaro Carpe, tergelincir saat berjuang di posisi empat besar. Berkat ketenangannya, Veda berhasil memanfaatkan celah tersebut untuk melesat ke posisi kelima pada lap kelima.
Hasil Final Championship 2025/2026: Garudayaksa FC Juara Usai Menang Dramatis atas PSS Sleman Lewat Babak Adu Penalti!
Nyaris Podium: Kematangan Veda di Lintasan
Memasuki lap keenam, performa Veda semakin solid. Ia berhasil menembus posisi keempat dan mencatatkan waktu putaran pribadi terbaiknya. Adaptasi Veda terhadap lintasan yang berangsur kering terbukti sangat baik dibandingkan rival-rivalnya, terutama dalam memilih racing line yang tepat.
Meski Maximo Quiles dan Adrian Fernandez mendominasi barisan terdepan, Veda terus menjaga jarak dari kejaran pembalap di belakangnya. Tekanan datang dari Matteo Bertelle pada lap kedelapan, namun Veda mampu merespons dengan bijak. Meski jarak sempat melebar hingga 2 detik pada lap ke-10, Veda tetap fokus mempertahankan posisinya.
Hingga lap terakhir, Veda tetap bermain aman dan disiplin. Finis di posisi keempat adalah pencapaian luar biasa bagi pembalap muda Indonesia ini di tengah kondisi balapan yang ekstrem. Mentalitas kuat untuk bangkit dari posisi ke-14 menjadi bukti bahwa Veda Ega Pratama semakin matang dalam membaca situasi balapan. Performa impresif di GP Prancis ini menjadi sinyal positif, sekaligus membuka peluang lebar bagi Veda untuk segera meraih podium perdana di ajang Moto3.
Ringkasan
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil impresif dalam ajang Moto3 GP Prancis 2026 di Circuit de la Sarthe. Meski sempat merosot ke posisi ke-14 akibat kondisi lintasan yang basah dan licin, Veda berhasil menunjukkan performa luar biasa dengan melakukan aksi kebangkitan dramatis hingga finis di urutan keempat.
Kematangan strategi dan ketenangan Veda saat beradaptasi dengan kondisi trek yang berubah-ubah menjadi kunci kesuksesannya. Hasil ini merupakan pencapaian signifikan bagi Veda yang nyaris meraih podium, sekaligus membuktikan peningkatan kualitas mentalitasnya dalam menghadapi tantangan balapan internasional yang ekstrem.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia