
Pemerintah Kota Bandung kini memberlakukan strategi baru dalam manajemen persampahan untuk mengatasi masalah penumpukan yang kerap terjadi, terutama pada akhir pekan. Melalui skema operasional yang diperbarui, aktivitas pengangkutan sampah kini dibatasi mulai Senin hingga Kamis, sementara tiga hari sisanya, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu, difokuskan sepenuhnya pada proses pengolahan sampah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa perubahan pola kerja ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Tujuannya adalah agar penanganan limbah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada mobilitas pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.
“Kita hanya bisa mengangkut sampah sampai hari Kamis. Jumat, Sabtu, hingga Minggu, kita lakukan pengolahan secara total,” ungkap Farhan dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis, 14 Mei 2026. Menurutnya, penumpukan sampah yang selama ini terjadi menjadi tantangan serius yang menuntut perubahan pendekatan agar volume sampah dapat ditekan secara bertahap.
Selain melakukan penyesuaian pola operasional, Pemerintah Kota Bandung juga tengah meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan sampah. Salah satu langkah konkretnya adalah pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yang memungkinkan sampah dikonversi menjadi bahan bakar alternatif bernilai guna.
Farhan menuturkan bahwa pengembangan fasilitas RDF ini mendapatkan dukungan penuh dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah secara signifikan. “TNI menjanjikan kapasitas pengolahan RDF mencapai 1.000 ton,” tambahnya.
Di samping pemanfaatan teknologi RDF, Pemerintah Kota Bandung berencana menambah jumlah unit pengolahan sampah serta alat pengendali polusi guna mendukung efektivitas sistem baru tersebut. Saat ini, seluruh rencana pengembangan sarana dan prasarana tambahan itu masih dalam tahap penghitungan anggaran.
Farhan menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara-cara konvensional. Dibutuhkan sistem pengelolaan yang tangguh serta inovasi berkelanjutan agar permasalahan sampah di Kota Bandung dapat teratasi secara optimal. Strategi baru ini diharapkan mampu mengurangi beban sistem pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Pilihan Editor: Lima Peserta Lelang Bersaing untuk Kelola Bandung Zoo
Ringkasan
Pemerintah Kota Bandung menerapkan strategi baru dalam pengelolaan sampah dengan membagi jadwal operasional, yakni pengangkutan sampah pada Senin hingga Kamis, serta fokus pengolahan sampah pada Jumat hingga Minggu. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menekan penumpukan limbah secara bertahap melalui sistem yang lebih efektif.
Sebagai bagian dari inovasi, Pemkot Bandung mengembangkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang didukung oleh TNI untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar bernilai guna dengan kapasitas mencapai 1.000 ton. Selain itu, pemerintah berencana menambah unit pengolahan dan alat pengendali polusi guna mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan bagi lingkungan kota.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia