Kemlu Kecam Israel Cegat Kapal Kemanusiaan dan Culik Jurnalis Indonesia

JogloNesia – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat rombongan misi kemanusiaan internasional, Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, di perairan Siprus, Mediterania Timur. Insiden ini memicu kekhawatiran serius terkait keselamatan para aktivis kemanusiaan, termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang berada di lokasi kejadian.

Advertisements

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengonfirmasi bahwa setidaknya 10 kapal telah dicegat dan ditahan oleh pihak militer Israel. Kapal-kapal yang ditahan tersebut di antaranya adalah Kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Berdasarkan data dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), salah satu WNI yang teridentifikasi berada di atas Kapal Josef adalah Andi Angga Prasadewa, yang merupakan delegasi dari GPCI-Rumah Zakat.

Di samping itu, Kemlu saat ini tengah berupaya keras melacak status kapal yang membawa jurnalis Republika, Bambang Noroyono. Nabyl menyatakan bahwa pihaknya terus mencari akses informasi untuk memastikan kondisi keselamatan sang jurnalis. “Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi,” ujar Nabyl saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (18/5).

Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Indonesia mendesak otoritas Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal serta awak misi kemanusiaan yang ditahan. Kemlu juga menuntut adanya jaminan keamanan bagi kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina, sesuai dengan hukum humaniter internasional yang berlaku.

Advertisements

Terkait upaya perlindungan, Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi secara intensif dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan keselamatan para WNI sekaligus mempercepat proses pemulangan mereka. Komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memantau kondisi terkini di lapangan. “Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” tegas Nabyl.

Sebelumnya, jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang akrab disapa Abeng, sempat menyampaikan kondisi dirinya melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram Republika Online pada Senin (18/5) sore. Dalam video tersebut, Abeng yang menjadi peserta pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 mengungkapkan bahwa dirinya sedang dalam kondisi ditahan oleh pasukan Israel.

Dalam pesannya, Abeng meminta Pemerintah Indonesia untuk segera melakukan upaya pembebasan dirinya dari tahanan militer Israel. Ia juga menyerukan agar pemerintah serta masyarakat Indonesia tetap teguh dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. “Mohon disampaikan ke pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara zionis Israel,” ungkap Abeng dalam rekaman tersebut.

Selain Abeng, jurnalis Republika lainnya bernama Thoudy Badai juga tercatat mengikuti misi pelayaran tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai keberadaan maupun kondisi terkini dari Thoudy Badai.

RI hingga Spanyol Kecam Keras Serangan Israel Terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

Ringkasan

Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan Mediterania Timur. Insiden ini menyebabkan penahanan sejumlah kapal serta aktivis, termasuk warga negara Indonesia (WNI) seperti Andi Angga Prasadewa dan jurnalis Republika, Bambang Noroyono. Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak dan menjamin keamanan penyaluran bantuan kemanusiaan sesuai hukum internasional.

Saat ini, Kemlu terus berkoordinasi intensif dengan perwakilan RI di Ankara, Kairo, dan Amman untuk memastikan keselamatan para WNI dan mengupayakan pemulangan mereka. Selain Bambang Noroyono, pihak berwenang juga masih menelusuri keberadaan jurnalis lainnya, Thoudy Badai, yang turut serta dalam misi tersebut. Perlindungan terhadap WNI menjadi prioritas utama pemerintah di tengah situasi yang dinamis dan terus berkembang.

Advertisements