
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, memberikan respons positif terhadap apresiasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait kritik yang kerap dilayangkan partai berlambang banteng tersebut terhadap pemerintah.
Pernyataan tersebut mencuat setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato dalam agenda penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) pada Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5). Dalam kesempatan itu, Prabowo secara terbuka mengakui peran PDIP sebagai pihak yang berada di luar pemerintahan sebagai mitra pengawas yang konstruktif.
Andreas menegaskan bahwa sikap PDIP untuk menempatkan diri di luar pemerintahan merupakan langkah strategis guna menjalankan fungsi kontrol sosial. Menurutnya, posisi ini krusial untuk memberikan pandangan alternatif serta masukan objektif demi memperbaiki situasi nasional.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas apresiasinya. Memang seharusnya PDIP berada di luar pemerintahan untuk menjalankan fungsi sebagai partai politik yang memberikan kritik-kritik positif,” ujar Andreas saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Ia menambahkan bahwa kritik yang disampaikan fraksinya merupakan bentuk second opinion atau sudut pandang tambahan bagi pemerintah. Andreas meyakini bahwa langkah ini adalah bentuk kontribusi nyata partai agar kebijakan pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Andreas menyebut bahwa Presiden Prabowo pun menyadari pentingnya masukan dari PDIP. “Beliau menyampaikan bahwa banyak hal yang memang diperlukan dari pandangan-pandangan PDIP. Ini bukan sekadar persoalan perasaan, melainkan bagaimana kita melihatnya secara rasional. Kritik yang kami layangkan selalu memiliki maksud yang baik,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam pidato penyampaian KEM dan PPKF RAPBN 2027, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada PDIP karena memilih untuk tetap berada di luar kabinet. Ia mengaku sering menerima kritik tajam dari anggota Fraksi PDIP di DPR yang justru ia jadikan bahan refleksi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Prabowo menekankan bahwa setiap pemimpin harus memiliki keterbukaan terhadap pengawasan. Ia bahkan tidak menampik bahwa kritik keras terkadang sempat membuatnya merasa gusar, namun ia menyadari bahwa masukan tersebut sering kali berdasar.
“Setiap pemimpin harus mau dikritik dan diawasi. Kadang sebelum tidur perasaan saya pilu, anggota PDIP ini kritikannya tajam sekali. Namun, saya sadar bahwa sebetulnya kritik tersebut ada dasarnya,” ungkap Prabowo.
Di akhir pernyataannya, Presiden mengingatkan bahwa kritik tidak selalu bermakna negatif. Ia mengibaratkan kritik sebagai sebuah bentuk peringatan yang justru berfungsi untuk menyelamatkan pemerintah agar tetap berada di jalur yang benar demi kepentingan rakyat banyak.
Ringkasan
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyambut positif apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap peran PDIP sebagai pihak pengawas di luar pemerintahan. PDIP menegaskan bahwa posisi ini diambil untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dengan memberikan kritik konstruktif serta sudut pandang alternatif atau second opinion agar kebijakan pemerintah lebih efektif dan tepat sasaran.
Presiden Prabowo mengakui pentingnya masukan tersebut dan menyatakan bahwa ia menggunakan kritik tajam dari PDIP sebagai bahan refleksi untuk menjalankan pemerintahan. Presiden menekankan bahwa keterbukaan terhadap pengawasan sangat penting, bahkan jika kritik tersebut terasa berat, karena berfungsi sebagai peringatan untuk menjaga pemerintah tetap berada di jalur yang benar demi kepentingan rakyat.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia