BI Rate Naik, CIMB Niaga Siap Sesuaikan Strategi Pendanaan Wholesale

JAKARTA, JogloNesia – PT Bank CIMB Niaga Tbk kini lebih selektif dalam mengatur struktur pendanaan perusahaan di tengah tren kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate. Kondisi pasar saat ini diprediksi akan menurunkan minat bank untuk menggalang pendanaan melalui jalur wholesale, khususnya penerbitan surat utang atau obligasi.

Advertisements

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menjelaskan bahwa langkah strategis perusahaan ke depan akan sangat bergantung pada seberapa besar dampak kenaikan suku bunga terhadap biaya dana (cost of fund/COF) bank. Jika beban biaya dana meningkat secara signifikan, opsi penerbitan surat utang akan diposisikan sebagai langkah terakhir dalam strategi penghimpunan modal.

Lani menambahkan bahwa strategi pendanaan segmen wholesale CIMB Niaga akan terus disesuaikan dengan dinamika industri perbankan yang sedang berkembang. “Keputusan ini sangat bergantung pada seberapa cepat cost of fund meningkat. Selain itu, kami melihat permintaan kredit saat ini masih rendah, dengan kekhawatiran bahwa bunga kredit akan cenderung terus merangkak naik,” ungkap Lani.

CIMB Niaga Cetak Laba Rp 2,27 Triliun hingga April 2026

Advertisements

Pandangan tersebut sejalan dengan analisis Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto. Menurutnya, kenaikan BI Rate berpotensi menghambat pertumbuhan penyaluran kredit perbankan secara nasional, yang secara otomatis menurunkan urgensi bank untuk mencari pendanaan melalui surat utang.

Lebih lanjut, Myrdal menekankan bahwa biaya pembiayaan melalui surat utang akan menjadi jauh lebih mahal akibat penyesuaian suku bunga acuan. Situasi ekonomi ini memaksa pihak perbankan untuk lebih berhati-hati sebelum memutuskan untuk merilis surat utang ke pasar.

Multifinance Waspadai Dampak Kenaikan BI Rate Terhadap Penyaluran Pembiayaan

“Ekspansi bisnis saat ini memang sedang menghadapi tantangan berat akibat kenaikan suku bunga. Oleh karena itu, kita melihat bahwa langkah ekspansi melalui penerbitan surat utang kemungkinan besar akan melambat,” pungkas Myrdal.

Ringkasan

PT Bank CIMB Niaga Tbk mengambil langkah selektif dalam mengatur struktur pendanaan di tengah kenaikan BI Rate. Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa penerbitan surat utang kini menjadi opsi terakhir bagi bank jika biaya dana (cost of fund) mengalami peningkatan signifikan. Strategi ini diambil mengingat kondisi pasar saat ini yang memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga kredit sekaligus penurunan permintaan penyaluran kredit.

Senada dengan hal tersebut, ekonom menilai bahwa kenaikan suku bunga acuan membuat biaya pembiayaan melalui obligasi menjadi jauh lebih mahal. Situasi ekonomi ini memaksa pihak perbankan untuk bersikap lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis. Akibatnya, tren penerbitan surat utang di industri perbankan nasional diprediksi akan melambat dalam waktu dekat.

Advertisements