
JAKARTA, JogloNesia. Sejumlah emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu kompak mencatatkan lonjakan harga signifikan pada sesi pertama perdagangan Selasa (2/6/2026). Pergerakan positif ini mencerminkan dinamika pasar yang kembali melirik saham-saham grup tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin kenaikan dengan lonjakan mencapai 24,60% ke level Rp 785 per saham. Tidak ketinggalan, PT Petrosea Tbk (PTRO) juga melesat 7,60% ke posisi Rp 5.025 per saham pada periode yang sama.
Sentimen positif juga menyelimuti Grup Barito. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terpantau meroket 24,55% menjadi Rp 4.110 per saham, diikuti oleh induk usahanya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), yang menguat 5,15% ke level Rp 2.040 per saham. Selain itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kenaikan tajam sebesar 12,04% ke harga Rp 2.000 per saham, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang naik 5,88% ke level Rp 900 per saham.
Rupiah Melemah ke Rp 17.858 Per Dolar AS, Pergerakan Pasar Asia Beragam
Menanggapi tren ini, Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menilai bahwa reli saham-saham Prajogo Pangestu lebih didorong oleh unsur spekulasi. Para pelaku pasar diduga merespons positif sentimen bahwa emiten-emiten tersebut telah terlepas dari beban kewajiban masuk ke dalam indeks MSCI, sehingga memicu peningkatan minat beli hari ini.
Namun, William mengingatkan agar investor tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa ini adalah sinyal reversal atau pembalikan arah tren harga. Ia mencontohkan saham BREN yang gagal mempertahankan posisi auto reject atas (ARA), yang mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar masih cukup kuat.
Lebih lanjut, ia mencatat bahwa optimisme pasar terlihat belum merata dan hanya terkonsentrasi pada beberapa emiten. “Saham BRPT dan TPIA masih menunjukkan kesulitan untuk bertahan di zona hijau. Saat ini, yang tampak paling menarik hanya CUAN, CDIA, dan BREN,” jelasnya, Selasa (2/6).
Dalam kondisi yang fluktuatif ini, William menyarankan investor untuk melakukan profit taking atau merealisasikan keuntungan, terutama bagi mereka yang telah melakukan pembelian sejak pekan lalu. Langkah ini dianggap bijak untuk mengamankan posisi di tengah ketidakpastian tren.
IHSG Menguat 1,49% ke 6.218,9, CUAN, AMRT, dan AMMN Menjadi Top Gainers LQ45
Meski demikian, peluang untuk melakukan pembelian kembali tetap terbuka jika harga saham mampu bertahan di atas indikator MA5. Menurut William, indikator ini merupakan acuan tercepat untuk mendeteksi potensi pembentukan level support terdekat, sebelum menentukan apakah harga akan melanjutkan kenaikan atau justru kembali terkoreksi.
Ringkasan
Sejumlah saham yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, seperti CUAN, BREN, dan PTRO, mengalami lonjakan harga yang signifikan pada perdagangan sesi pertama. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif pasar setelah emiten-emiten tersebut terlepas dari kewajiban indeks MSCI, yang memicu aksi beli para investor.
Meskipun demikian, praktisi pasar modal William Hartanto menilai reli ini lebih didorong oleh unsur spekulasi dan belum tentu merupakan sinyal pembalikan tren harga. Investor disarankan untuk merealisasikan keuntungan atau melakukan profit taking serta mencermati pergerakan harga melalui indikator MA5 sebelum memutuskan untuk kembali masuk ke pasar.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia