
JogloNesia JAKARTA – Pasar modal Indonesia mengakhiri pekan lalu dengan sentimen negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,40% ke level 7.858 pada perdagangan Jumat, mengukuhkan koreksi mingguan sebesar 0,50%.
Pelemahan IHSG tak lepas dari pengaruh beragam sentimen global, terutama probabilitas pemangkasan suku bunga acuan oleh bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menyoroti peningkatan probabilitas pemotongan bunga di September 2025 yang melonjak dari 75% menjadi 90%.
Intervensi terus-menerus oleh Presiden AS, Donald Trump, kepada The Fed untuk memangkas suku bunga juga menjadi perhatian global, yang berimbas pada pelemahan indeks dolar AS pekan kemarin. Hans Kwee memperkirakan The Fed akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga acuan sepanjang tahun ini. Selain itu, konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina diprediksi belum akan mereda dalam waktu dekat, mengingat tuntutan Rusia yang kemungkinan besar ditolak Ukraina. Situasi ini terus menjadi beban bagi bursa Eropa dan turut mendorong kenaikan harga minyak global pada pekan lalu.
Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Senin (25/8/2025)
Dari dalam negeri, keputusan mengejutkan Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan ke level 5% turut memengaruhi pergerakan IHSG. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa kebijakan moneter domestik ini, bersama dengan keputusan China yang menahan suku bunga pinjaman acuan (LPR) tenor 1 tahun di 3,0% dan tenor lima tahun di 3,5%, menciptakan dinamika pasar yang kompleks.
Menyikapi berbagai sentimen tersebut, prediksi pergerakan IHSG untuk perdagangan Senin menunjukkan pandangan yang bervariasi. Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG rawan terkoreksi, dengan perkiraan rentang support di 7.848 dan resistance di 7.952. Di sisi lain, Hans Kwee melihat peluang penguatan bagi IHSG, dengan support diperkirakan berada di 7.800-7.646 dan resistance di rentang 7.952-8.017.
Pergerakan IHSG juga akan dicermati seiring rilis data ekonomi penting. Hans Kwee menyoroti data produk domestik bruto (PDB) AS yang diperkirakan tetap stabil di level 3% dan indeks harga personal consumption expenditure (PCE) AS yang diprediksi naik dari 2,8%. Sementara itu, Herditya Wicaksana menambahkan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berpotensi melemah, serta potensi koreksi pada saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo, juga akan menjadi faktor penekan IHSG. Meskipun demikian, peluang adanya inflow ke IHSG masih terbuka, meski dengan volume yang mengecil.
Bagi investor yang ingin mencermati peluang di pekan depan, Herditya Wicaksana merekomendasikan beberapa saham pilihan. Saham PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dapat dicermati pada rentang support Rp 3.020 dan resistance Rp 3.110. Selanjutnya, PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) dengan support Rp 1.025 dan resistance Rp 1.085, serta PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) pada support Rp 1.755 dan resistance Rp 1.785.
EXCL Chart by TradingView
Ringkasan
Pasar modal Indonesia mengakhiri pekan lalu dengan sentimen negatif, ditandai pelemahan IHSG 0,40% ke level 7.858 pada Jumat dan koreksi mingguan 0,50%. Pelemahan ini dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk peningkatan probabilitas pemangkasan suku bunga The Federal Reserve di September 2025 serta konflik geopolitik Rusia-Ukraina. Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan ke 5% turut menjadi faktor penting.
Untuk perdagangan Senin (25/8/2025), prediksi IHSG bervariasi; ada potensi koreksi dengan support 7.848 namun juga peluang penguatan dengan resistance 8.017. Pergerakan IHSG akan dipengaruhi rilis data ekonomi AS seperti PDB dan PCE, serta potensi pelemahan rupiah dan koreksi saham big-cap. Investor disarankan mencermati saham pilihan seperti EXCL, NCKL, dan TUGU.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia