
JogloNesia – Ribuan elemen buruh dari berbagai penjuru memadati jalanan Ibu Kota, tepatnya di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8). Aksi demonstrasi besar-besaran ini menjadi panggung bagi para buruh untuk menyuarakan tuntutan mereka, dengan massa terlihat gagah membawa bendera Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang berkibar di tengah keramaian.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, tampil ke muka untuk memastikan bahwa aksi buruh hari itu akan berlangsung tertib dan damai, tanpa sedikit pun nuansa kekerasan. Dari atas mobil komando, Said Iqbal menyerukan kepada seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, menegaskan komitmen pihaknya dalam menyampaikan aspirasi secara damai. “Jangan ada kerusuhan, kita sampaikan aspirasi dengan damai. Kita minta pengamanan yang persuasif dan humanis,” tegasnya, menggarisbawahi harapan akan respons yang serupa dari pihak keamanan.
Menurut Said Iqbal, demo buruh DPR kali ini melibatkan ribuan peserta yang merupakan representasi dari 74 elemen gerakan buruh yang berkoalisi erat dengan Partai Buruh. Koalisi besar ini tidak hanya mencakup serikat pekerja seperti KSPI, tetapi juga serikat petani. Lebih lanjut, ia mengumumkan kabar gembira mengenai bergabungnya sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus di Indonesia, yang dijadwalkan hadir di kawasan DPR RI sekitar pukul 10 hingga 11 siang, memperkuat barisan tuntutan buruh.
Tidak hanya terpusat di Jakarta, Said Iqbal juga mengungkapkan bahwa aksi serupa dengan isu tuntutan yang sama serentak digelar di berbagai daerah lain di Indonesia, melibatkan serikat buruh, mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil. Meskipun jumlah massa diperkirakan sangat besar, ia kembali menegaskan komitmen kolektif untuk memastikan aksi tetap berjalan kondusif. “Aksi hari ini tidak ada kekerasan. Kami bersumpah menjaga aksi ini kondusif. Ini adalah aksi aspirasi untuk menyampaikan enam isu besar di DPR RI,” imbuhnya, menandaskan bahwa fokus utama adalah penyampaian aspirasi, bukan kerusuhan.
Bakal Kondusif atau Ricuh (Lagi)? Begini Prediksi Demo 28 Agustus Berdasarkan Ilmu Date Selection Menurut Ahli Bazi
Dalam unjuk rasa yang strategis ini, Said Iqbal bersama seluruh elemen buruh mengangkat enam tuntutan utama yang menjadi inti perjuangan mereka:
1. Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM). Para buruh secara tegas menuntut kenaikan upah minimum untuk tahun 2026 sebesar 8,5 hingga 10,5 persen, sebagai langkah konkret untuk mencapai upah yang layak.
2. Stop PHK. Mendesak pemerintah untuk segera membentuk Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) guna mencegah gelombang PHK yang terus-menerus merugikan pekerja.
3. Reformasi Pajak Perburuhan. Tuntutan ini mencakup kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp7,5 juta per bulan, penghapusan pajak atas pesangon, Tunjangan Hari Raya (THR), dan Jaminan Hari Tua (JHT), serta penghapusan diskriminasi pajak bagi pekerja perempuan yang sudah menikah.
4. Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law. Buruh mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang secara substansial menjamin kepastian kerja, upah layak, dan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja, bebas dari ketentuan Omnibus Law yang dianggap merugikan.
5. Sahkan RUU Perampasan Aset. Sebagai upaya serius memberantas korupsi yang masif merugikan rakyat, buruh menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.
6. Revisi RUU Pemilu. Tuntutan terakhir adalah mendesain ulang sistem Pemilu 2029 agar lebih demokratis, adil, dan partisipatif, mencerminkan suara rakyat secara seutuhnya.
Ringkasan
Ribuan elemen buruh melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8) untuk menyuarakan tuntutan mereka. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menjamin aksi akan berlangsung tertib, damai, dan kondusif tanpa kekerasan. Aksi ini melibatkan ribuan peserta dari 74 elemen gerakan buruh, serikat petani, dan didukung oleh BEM dari berbagai kampus. Aksi serupa juga serentak digelar di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam demonstrasi ini, buruh menyuarakan enam tuntutan utama. Tuntutan tersebut meliputi penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah (HOSTUM) dengan kenaikan upah minimum, penghentian PHK, serta reformasi pajak perburuhan. Selain itu, mereka mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law, pengesahan RUU Perampasan Aset, dan revisi RUU Pemilu agar lebih demokratis.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia