JogloNesia – JAKARTA. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menunjukkan performa yang kontras pada paruh pertama tahun ini. Meskipun berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga dua digit yang impresif, kinerja di lini atas ini sayangnya belum mampu mengangkat capaian laba bersih perseroan, yang justru mengalami tekanan signifikan.
Pada periode Semester I-2025, ASLC membukukan pendapatan sebesar Rp 447,10 miliar, meningkat 17,11% secara tahunan (YoY). Direktur Keuangan PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Armeza Umar, menjelaskan bahwa pendorong utama di balik pertumbuhan ini adalah peningkatan volume penjualan mobil bekas melalui Caroline.id, yang tumbuh sekitar 30%. Faktor lain yang berkontribusi adalah ekspansi jaringan secara bertahap serta meningkatnya preferensi konsumen terhadap kendaraan bekas.
Namun, kenaikan di lini pendapatan ini tidak sejalan dengan pertumbuhan laba kotor perseroan yang hanya mencapai 1,28% YoY, menjadi Rp 129,51 miliar pada periode yang sama. Armeza merinci bahwa minimnya pertumbuhan laba kotor ini disebabkan oleh penyesuaian harga pada sejumlah unit mobil bekas, sebagai respons terhadap lemahnya daya beli konsumen di paruh pertama 2025. Akibatnya, laba bersih ASLC justru tergerus 22,30% YoY, menyentuh angka Rp 21,11 miliar. Penurunan laba bersih ini bukan hanya karena margin laba kotor yang menipis, melainkan juga diperparah oleh peningkatan beban operasional hingga sekitar 8% secara tahunan.
Lebih lanjut, Armeza menjelaskan bahwa peningkatan beban operasional tersebut utamanya merupakan dampak dari pembukaan cabang baru Caroline.id dan perluasan layanan rental full untuk JBA. Kendati demikian, di tengah tantangan penyesuaian harga jual dan kelesuan ekonomi, perseroan tetap optimis dan memasang target keuangan secara konsolidasi tetap positif. Salah satunya adalah membidik pertumbuhan pendapatan kembali ke level double digit untuk tahun penuh 2025.
Direktur Utama PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, menerangkan bahwa target pertumbuhan pendapatan tersebut didasari oleh potensi pasar mobil bekas yang masih sangat besar. Ia menyoroti volume penjualan unit bisnis JBA yang baru mencapai sekitar 125.000 unit, jauh di bawah estimasi total pasar mobil bekas yang mencapai 1,8 juta unit. Hal ini menunjukkan peluang ekspansi pangsa pasar yang signifikan, terutama dengan segmentasi pasar ASLC yang unik, yakni mobil bekas bergaransi. Jany juga melihat adanya peluang dari sisi pembelian di tengah tren penurunan harga jual saat ini. Untuk memitigasi risiko penjualan, manajemen melakukan langkah strategis dengan memperpendek inventory dan mengubah komposisinya, khususnya menjauhi mobil Cina yang sebagian besar berada di bawah harga Rp 200 juta.
Salah satu tantangan krusial yang dihadapi perseroan saat ini adalah penurunan pembiayaan. Menanggapi hal ini, ASLC mengambil langkah mitigasi dengan memperbesar tingkat pesanan penjualan. Harapannya, meskipun rasio persetujuan kredit mungkin menurun, peningkatan sales order akan mampu mendongkrak penjualan retail. Memasuki kuartal III, Jany menambahkan bahwa tren juga mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan dua kuartal sebelumnya. Meski mencatatkan pertumbuhan, pihaknya mengakui bahwa capaian pendapatan di paruh awal tahun ini masih belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi awal.
Ringkasan
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatat performa kontras di paruh pertama 2025, dengan pendapatan tumbuh 17,11% secara tahunan menjadi Rp 447,10 miliar, didorong penjualan mobil bekas Caroline.id. Namun, laba bersih perseroan justru tergerus 22,30% YoY menjadi Rp 21,11 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penyesuaian harga unit mobil bekas akibat daya beli konsumen yang lemah, sehingga menekan margin laba kotor dan diperparah oleh peningkatan beban operasional sebesar 8%.
Meskipun demikian, ASLC tetap optimis menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit untuk tahun penuh 2025, melihat potensi pasar mobil bekas yang besar. Untuk mitigasi risiko penjualan dan penurunan pembiayaan, perusahaan memperpendek inventaris dan mengubah komposisi stok, serta berupaya memperbesar pesanan penjualan. Manajemen juga mencatat tren perbaikan di kuartal ketiga, meskipun capaian pendapatan semester awal belum sepenuhnya sesuai ekspektasi.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia