JAKARTA, KOMPAS.com – Presenter sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, telah menyatakan keikhlasan atas insiden penjarahan rumahnya oleh massa tak dikenal. Pernyataan ini disampaikan Uya Kuya melalui panggilan video bersama pengusaha Jusuf Hamka, menyoroti prioritas utamanya di tengah musibah yang menimpanya.
Meski telah merelakan kerugian material, Uya Kuya tak mampu menyembunyikan harapannya yang paling mendalam: kembalinya kucing-kucing kesayangannya. “Doakan yang terbaik aja. Posisi lagi ngurus keluarga, ngurus semua, dan kita ikhlas kok. Yang penting tolong kucing-kucing kita dikembalikan, itu aja,” ungkap Uya Kuya pada Rabu (3/9/2025).
Kabar baiknya, beberapa dari kucing-kucingnya yang hilang mulai ditemukan. Uya mengonfirmasi bahwa tiga kucing miliknya, yakni Ara, Deri, dan Oreo, berhasil ditemukan dan kini beberapa di antaranya sudah kembali padanya atau berada di tempat aman. Informasi terkini mengenai penemuan kucing-kucing ini juga kerap dibagikan Uya melalui fitur Instagram Story pribadinya.
Uya kembali menegaskan bahwa ia telah ikhlas sepenuhnya dengan musibah penjarahan ini. “Ikhlas, ikhlas, ikhlas. Insya Allah ikhlas. Yang penting kucing-kucing saya kembali, itu aja. Yang saya pikirkan kucing-kucing saya,” ujarnya penuh harap. Ia memilih untuk tidak banyak berkomentar terkait kasus penjarahan ini, demi menjaga kondusivitas dan menghindari spekulasi atau penyalahartian pernyataannya di publik.
Pengalaman sebelumnya di mana pernyataannya disalahgunakan atau dipotong-potong menjadi alasan kuat baginya untuk menahan diri. “Intinya, saya enggak bakal banyak ngomong dulu, biar kondusif dulu. Karena kalau saya ngomong apa pun salah, nanti takutnya digoreng-goreng, dipotong-potong lagi,” jelas Uya, menegaskan keputusannya untuk tetap diam sampai situasi lebih tenang.
Sementara itu, pihak kepolisian bergerak cepat dalam menindaklanjuti kasus penjarahan di rumah Uya Kuya. Kasat Reskrim AKBP Dicky Fertoffan dari Polres Metro Jakarta Timur mengonfirmasi bahwa belasan orang telah diamankan. Dicky menjelaskan bahwa ada dua pokok perkara yang terjadi pada malam kejadian, yaitu penyerangan terhadap petugas dan penjarahan itu sendiri, pada Selasa (2/9/2025).
Kasus ini masih dalam tahap pengembangan intensif, di mana penyidik terus mendalami keterlibatan setiap orang yang ditangkap untuk memastikan peran masing-masing. Dicky menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan tegas, tidak hanya bagi para pelaku lapangan, tetapi juga bagi pihak-pihak yang terbukti menjadi provokator atau penggerak massa dalam insiden penjarahan tersebut. “Kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” kata Dicky.
Mengenai motif penjarahan di rumah Uya Kuya, pihak kepolisian menilai bahwa motif utama para pelaku adalah murni keuntungan pribadi. Mereka berupaya menguasai harta benda yang ada di lokasi kejadian. “Motifnya mencari untung saja, biar menguasai harta kan,” ujar Dicky.
Berdasarkan penyelidikan sementara, aksi para pelaku diyakini terjadi secara spontan setelah situasi rumah Uya Kuya dianggap kondusif untuk dimasuki. Kendati demikian, polisi menduga ada pihak tertentu yang memanfaatkan momen tersebut. Dicky memastikan bahwa pihaknya akan terus mendalami apakah aksi tersebut benar-benar spontan atau sudah direncanakan oleh aktor intelektual.
Catatan Redaksi:
Pemberitaan ini untuk kepentingan informasi publik, agar hak masyarakat untuk tahu tetap terjaga.
Redaksi menolak kekerasan/perusakan/pembakaran/penjarahan, karena bangsa ini hanya akan kuat jika kita setia melindungi sesama, merawat fasilitas umum, dan menjaga dunia usaha tetap berjalan agar ekonomi tak makin terpuruk.
Tetap tenang, jangan terprovokasi, jadikan negeri ini rumah aman buat kita semua, dan utamakan sumber informasi yang kredibel.
Ringkasan
Presenter Uya Kuya menyatakan keikhlasan atas insiden penjarahan rumahnya oleh massa tak dikenal, namun prioritas utamanya adalah kembalinya kucing-kucing kesayangannya. Ia mengungkapkan kebahagiaan karena beberapa kucingnya, seperti Ara, Deri, dan Oreo, telah ditemukan atau kembali. Uya memilih untuk tidak banyak berkomentar terkait kasus ini demi menjaga kondusivitas dan menghindari penyalahartian pernyataannya di publik.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan belasan orang terkait penyerangan petugas dan penjarahan di rumah Uya Kuya. Kasat Reskrim AKBP Dicky Fertoffan dari Polres Metro Jakarta Timur menjelaskan bahwa motif para pelaku dinilai murni mencari keuntungan pribadi. Polisi akan menindak tegas pelaku lapangan maupun provokator, serta terus mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi yang diduga terjadi secara spontan tersebut.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia