Mabes TNI Buka Suara: Bantah Anggota BAIS Provokator, Ungkap Kronologi!

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal (Marinir) Freddy Ardianzah, dengan lugas membantah narasi yang viral di media sosial tentang penangkapan anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI oleh Brimob Polri atas tuduhan provokasi demonstrasi. Freddy membenarkan bahwa foto yang beredar luas itu memang menunjukkan Mayor SS, seorang perwira Bais TNI, namun menegaskan bahwa klaim penangkapan dan perannya sebagai provokator sama sekali tidak akurat.

Advertisements

Mayor SS bersama empat rekannya memang ditugaskan untuk memantau langsung dinamika demonstrasi di kawasan jalan layang Slipi, Jakarta, pada 28 Agustus 2025. Tugas vital ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini intelijen TNI guna mengantisipasi dan mencegah potensi ancaman serta memastikan stabilitas keamanan selama unjuk rasa berlangsung.

Menurut kronologi yang disampaikan Freddy, unjuk rasa di jalan layang Slipi mulai memanas sekitar pukul 15.25 WIB, berujung pada bentrokan antara massa dengan pasukan Brimob di bawah fly over. Pasukan Brimob berhasil memukul mundur massa ke arah Jalan Raya Pejompongan sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian, pada pukul 22.00 WIB, massa yang terpukul mundur terpecah menjadi dua kelompok besar, bergerak menuju pertigaan Pejompongan dan Benhil.

Sekitar setengah jam setelah itu, pasukan Brimob yang bertugas di Benhil bergeser untuk memperkuat rekannya yang menuju Pejompongan. Mayor SS dan timnya, yang sedari awal bertugas memantau pergerakan, mengikuti rombongan Brimob tersebut. Pukul 23.25 WIB, saat memantau di sekitar pom bensin Pejompongan, Mayor SS terpisah sekitar 50 meter dari rekannya akibat dampak gas air mata. Dalam kondisi terpisah, Mayor SS sempat duduk di atas sepeda motor yang terparkir di pom bensin.

Advertisements

Tak lama kemudian, rombongan Brimob yang sedang berpatroli dengan sepeda motor tiba-tiba menghampiri dan menarik Mayor SS, kemudian membawanya ke arah kendaraan taktis. Anggota Brimob tersebut sempat melakukan interogasi singkat. Setelah Mayor SS menjelaskan identitasnya sebagai anggota Bais TNI, petugas Brimob segera melepaskannya. Insiden ini diakhiri dengan jabat tangan dan pengembalian kartu tugas, sebelum perwira Brimob yang tertua bergabung kembali dengan pasukannya.

Freddy Ardianzah menegaskan kembali bahwa insiden tersebut bukanlah penangkapan, apalagi bukti keterlibatan Mayor SS sebagai provokator. “Yang saya sangkal adalah narasinya karena narasi yang disampaikan itu ditangkap Polri. Yang kedua adalah provokator. Itu tidak benar,” tegas Freddy saat konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat, 5 September 2025, membantah keras klaim yang beredar.

Foto yang menampilkan Mayor SS bersama personel Brimob memang dengan cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial serta aplikasi perpesanan. Salah satu akun yang mengunggahnya adalah @klipera** di platform X, pada Ahad dini hari, 31 Agustus 2025. Unggahan tersebut memperlihatkan seorang personel Brimob yang menggandeng Mayor SS, sambil menyorot sebuah kartu identitas berwarna dominan oranye.

Kartu tersebut adalah “Kartu Izin Senjata Penugasan” dari Markas Besar TNI Bais, yang mencantumkan nama, pangkat, serta jabatan Mayor SS sebagai Komandan Tim 2 Den IV Satuan Intel Bais TNI. Kartu tersebut juga mengizinkan penggunaan pistol kaliber 9 milimeter, dengan masa berlaku dari 19 Desember 2024 hingga 31 Desember 2025. Detail kartu inilah yang kemudian disalahartikan sebagai bukti penangkapan, padahal merupakan bagian dari prosedur identifikasi tugas intelijen.

Dengan penjelasan kronologi ini, TNI berharap dapat meluruskan kesalahpahaman dan menepis segala tudingan tidak berdasar yang beredar di masyarakat, menekankan transparansi dan koordinasi antar lembaga keamanan negara.

Novali Panji Nugroho, Ervana Trikarinaputri dan Muhammad Raihan berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Influencer Thailand Menerima Ancaman saat Aktif Unggah Demo di Indonesia

Ringkasan

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal Freddy Ardianzah, membantah narasi viral yang menuduh Mayor SS, perwira Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, ditangkap oleh Brimob Polri sebagai provokator demonstrasi. Freddy mengonfirmasi bahwa Mayor SS dan empat rekannya ditugaskan untuk memantau langsung dinamika unjuk rasa di Slipi pada 28 Agustus 2025 sebagai bagian dari deteksi dini intelijen TNI. Ia menegaskan klaim penangkapan dan peran provokator tersebut sama sekali tidak akurat.

Menurut kronologi, Mayor SS sempat terpisah dari timnya di sekitar pom bensin Pejompongan akibat dampak gas air mata setelah bentrokan massa dan pasukan Brimob. Rombongan Brimob yang berpatroli kemudian menghampiri dan melakukan interogasi singkat, namun segera melepaskan Mayor SS setelah ia menjelaskan identitasnya sebagai anggota BAIS TNI. TNI menekankan bahwa insiden tersebut bukanlah penangkapan dan foto viral yang beredar dengan kartu izin tugasnya disalahartikan sebagai bukti tuduhan provokasi.

Advertisements