WAPO Melejit! Kapal Api & Mayora Bidik Saham Wahana Pronatural

JogloNesia, JAKARTA – Saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan investor. Bagaimana tidak, dalam sebulan terakhir, harga saham WAPO tercatat melonjak sekitar 41,01% hingga Senin (8/9).

Advertisements

Meskipun demikian, pada hari yang sama, Senin (8/9), saham WAPO ditutup terkoreksi 4,86% ke level Rp 196 per saham. Aktivitas perdagangan saham ini cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 18,34 juta lembar senilai Rp3,67 miliar, yang terjadi dalam 1.697 kali transaksi.

Dari sisi fundamental, kinerja keuangan WAPO menunjukkan peningkatan signifikan pada piutang usaha bersih, yang naik menjadi Rp 61,65 miliar per Juni 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2024 yang hanya sebesar Rp 4,88 miliar.

Menariknya, sebagian besar piutang usaha bersih tersebut berasal dari dua entitas besar dalam ekosistem Kapal Api Group, yaitu PT Santos Jaya Abadi (produsen kopi Kapal Api) sebesar Rp 43,22 miliar dan PT Fastrata Buana (distributor nasional produk Kapal Api) sebesar Rp 3,1 miliar.

Advertisements

Keterkaitan ini menjadi sentimen positif bagi investor. Kapal Api Group adalah pemain besar di industri consumer goods. Santos Jaya Abadi sangat dikenal di pasar kopi domestik, sementara Fastrata Buana memiliki jaringan distribusi FMCG yang luas di seluruh Indonesia.

Sejumlah Saham Ini Melesat dan Masuk Radar UMA, Investor Perlu Jeli

Indrawijaya Rangkuti, Pengamat Pasar Modal & Direktur International Federation of Technical Analyst (IFTA), menyoroti bahwa hubungan transaksi antara WAPO dan Kapal Api Group menimbulkan persepsi positif. Investor melihat bahwa WAPO memiliki akses ke jaringan distribusi dan merek yang sudah mapan.

Walaupun laporan keuangan tidak merinci bentuk kerja sama strategis antara kedua belah pihak, keterkaitan ini dinilai cukup untuk menarik perhatian investor ritel.

“Nama Kapal Api memiliki kekuatan brand yang tinggi. Ketika WAPO disebut memiliki hubungan transaksi, investor langsung mengaitkan dengan potensi ekspansi,” jelas Indrawijaya pada Senin (8/9).

Saham OASA, FLMC dan CASH Masuk Radar UMA, Investor Perlu Cermati Hal Ini

Selain hubungan dengan Kapal Api, muncul pula spekulasi mengenai kemungkinan WAPO menjalin kerja sama dengan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Meskipun belum ada konfirmasi resmi, rumor ini turut memanaskan ekspektasi investor terhadap potensi ekspansi WAPO.

“Jika WAPO sudah masuk ke rantai pasok Kapal Api, bukan tidak mungkin mereka menjajaki peluang dengan pemain besar lain seperti Mayora,” imbuh Indrawijaya.

Secara teknikal, Indrawijaya mencermati bahwa saham WAPO telah berhasil menembus level resistance di Rp 185, yang sebelumnya menjadi level krusial. Saat ini, saham WAPO tengah menguji area Rp 240–Rp 250.

Jika WAPO mampu bertahan di atas level tersebut, target psikologis berikutnya berada di Rp 300. Namun, jika gagal menembus resistance tersebut, potensi pullback ke area Rp 185 tetap terbuka.

Indrawijaya menambahkan bahwa selama harga bertahan di atas support tersebut dengan volume perdagangan yang tinggi, tren jangka pendek saham WAPO dinilai masih menunjukkan arah positif.

Saham PSKT, TCPI, dan AIMS Masuk Radar UMA, Ini Rekomendasi Sahamnya

Breakout dengan volume tinggi sering kali menjadi sinyal akumulasi oleh investor institusi. Momentum seperti ini kerap dimanfaatkan oleh investor ritel,” katanya.

Meskipun sentimen pasar terhadap WAPO saat ini cukup positif, Indrawijaya tetap menyarankan agar investor mencermati perkembangan informasi secara objektif dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak perusahaan terkait arah kerja sama dan strategi bisnis ke depan.

“Keterkaitan dengan brand besar seperti Kapal Api dan spekulasi terhadap Mayora memang menarik, namun keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada data dan analisis yang terverifikasi,” pungkasnya.

Ringkasan

Saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) menunjukkan lonjakan sekitar 41,01% dalam sebulan terakhir, meskipun sempat terkoreksi pada 8 September. Kinerja keuangan WAPO juga mencatat peningkatan signifikan pada piutang usaha bersih yang mencapai Rp 61,65 miliar per Juni 2025. Sebagian besar piutang tersebut berasal dari entitas Kapal Api Group, yakni PT Santos Jaya Abadi dan PT Fastrata Buana, yang menciptakan sentimen positif di kalangan investor.

Keterkaitan WAPO dengan Kapal Api Group ini dinilai memberi akses ke jaringan distribusi yang mapan, memicu spekulasi tentang potensi kerja sama dengan pemain besar lain seperti PT Mayora Indah Tbk. Pengamat pasar modal menyarankan investor untuk mencermati perkembangan ini secara objektif dan menunggu klarifikasi resmi dari perusahaan. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada data dan analisis terverifikasi, meskipun sentimen pasar saat ini cukup positif.

Advertisements