Demo Pemakzulan Bupati Pati: 13 Tuntutan Massa Hari Ini

Hari ini, Kabupaten Pati kembali bergejolak. Ratusan warga memadati ruas jalan, bergerak dari titik kumpul di depan kantor Bupati menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati. Gelombang demonstrasi ini bukan tanpa alasan; mereka membawa 13 tuntutan krusial yang ditujukan langsung kepada para wakil rakyat, dengan inti menuntut pertanggungjawaban atas berbagai isu yang mendera daerah.

Advertisements

Sepanjang perjalanan menuju gedung dewan, massa aksi tak henti menyuarakan aspirasi. Spanduk-spanduk berisi aneka tuntutan dibentangkan tinggi-tinggi, menjadi visualisasi jelas dari ketidakpuasan publik. Barisan demonstran diiringi dengan mobil komando berupa truk trailer bak terbuka yang memimpin arak-arakan, sementara truk lain khusus membawa sistem pengeras suara untuk memastikan orasi mereka menggema dan didengar luas.

Setibanya di pelataran DPRD Pati, suasana semakin memanas ketika perwakilan pengunjuk rasa mulai menyampaikan orasi-orasi tajam. Kristoni Duha, yang mewakili Tim Hukum Masyarakat Pati Bersatu, dengan tegas menyatakan inti dari seluruh aspirasi. “Ada 13 tuntutan,” ujarnya, “yang paling utama adalah pemakzulan Bupati Pati Sudewo.” Pernyataan ini sontak disambut sorak-sorai massa, menegaskan fokus utama dari gerakan demonstrasi Pati kali ini.

Ketiga belas tuntutan ini mencerminkan keresahan mendalam masyarakat Pati dan menyoroti berbagai aspek kepemimpinan serta akuntabilitas daerah. Berikut adalah rincian lengkap dari poin-poin krusial yang mereka sampaikan:

Advertisements
  1. Mendesak seluruh Ketua Partai Politik (DPC/Tingkat Kabupaten) untuk mengawal tuntas proses Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati Sudewo tanpa intervensi.
  2. Menuntut komitmen dari Ketua Partai Politik (DPC/Tingkat Kabupaten) agar bersikap terbuka dalam menerima, mendengarkan, dan menindaklanjuti aspirasi seluruh masyarakat Pati.
  3. Meminta Ketua Partai Politik (DPC/Tingkat Kabupaten) untuk melaksanakan evaluasi kinerja kader atau anggota DPRD Pati secara transparan dan akuntabel.
  4. Mendesak Ketua Partai Politik (DPC/Tingkat Kabupaten) untuk memecat kader atau anggota DPRD yang terbukti tidak bekerja maksimal demi kepentingan umum masyarakat Pati, khususnya di daerah pemilihan masing-masing.
  5. Menuntut DPRD Pati menuntaskan kerja Pansus Hak Angket secara akuntabel, substantif, dan sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  6. Mendesak DPRD dan Fraksi PDIP untuk tidak mengganti Ketua Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati Sudewo, yaitu Teguh Bandang Waluyo.
  7. Meminta DPRD dan Fraksi PDIP untuk mengganti Bapak H. Joko Wahyudi dari keanggotaan Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati Sudewo.
  8. Meminta DPRD dan Fraksi Gerindra untuk mengganti Bapak Irianto Budi Utomo dari keanggotaan Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati Sudewo.
  9. Mendesak DPC Gerindra Kabupaten Pati agar DPP Gerindra memecat Sudewo dari jajaran pengurus atau keanggotaan partai.
  10. Menuntut DPC Gerindra Kabupaten Pati agar DPP Gerindra berkomitmen penuh dalam mengawal kasus Tindak Pidana Korupsi (DJKA) yang telah menyeret nama Bupati Pati Sudewo.
  11. Meminta seluruh jajaran Ketua Partai Politik tingkat Kabupaten Pati untuk menyatakan komitmennya dalam melawan segala praktik korupsi di semua level pemerintahan: nasional, provinsi, kabupaten, hingga desa.
  12. Mendesak seluruh anggota DPRD Kabupaten Pati untuk berkomitmen memberantas praktik korupsi yang ada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pati.
  13. Menuntut seluruh anggota DPRD Kabupaten Pati agar bekerja secara maksimal demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Pati, serta senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

Ringkasan

Ratusan warga Kabupaten Pati menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Pati, membawa 13 tuntutan krusial. Inti dari aksi ini adalah menuntut pemakzulan Bupati Pati Sudewo, sebagaimana disampaikan oleh perwakilan massa dari Tim Hukum Masyarakat Pati Bersatu. Demonstrasi ini menyuarakan keresahan mendalam masyarakat terhadap berbagai isu kepemimpinan dan akuntabilitas daerah.

Ketiga belas tuntutan tersebut mendesak partai politik dan DPRD Pati untuk mengawal tuntas proses Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati secara akuntabel dan tanpa intervensi. Massa juga menuntut evaluasi kinerja anggota dewan, penggantian anggota Pansus tertentu, serta pemecatan Bupati Sudewo dari partai Gerindra terkait kasus korupsi DJKA. Selain itu, mereka mendesak komitmen kuat dari semua pihak untuk memberantas praktik korupsi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pati dan senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat.

Advertisements