IHSG Cetak Rekor! Prediksi Pekan Ini: Lanjutkan Penguatan?

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan meskipun terbatas pada pekan ini.

Advertisements

Sebelumnya, IHSG sukses memukau investor dengan lonjakan 2,51 persen dalam sepekan terakhir, mengukir sejarah baru dengan mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (ATH) di level 8.051. Pencapaian gemilang ini turut mengangkat nilai kapitalisasi pasar, yang melesat menjadi Rp 14.632 triliun dari Rp 14.130 triliun pada pekan sebelumnya.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, memberikan proyeksi bahwa pergerakan IHSG pekan ini akan menguji level resistansi di 8.137, sementara level dukungan terdekat berada di 7.892.

Menurut Hendra, sentimen positif ini didorong oleh keyakinan investor yang melihat prospek cerah di pasar saham, terutama pasca-perombakan kabinet Merah Putih, termasuk posisi Menteri Keuangan. Hal ini diungkapkan Hendra dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/9/2025).

Advertisements

Tak hanya itu, kebijakan pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dan The Fed pada pekan lalu turut menjadi katalis kuat yang mengalirkan derasnya dana ke pasar saham. Para investor kini tampak beralih strategi, mengalihkan fokus dari aset-aset aman menuju instrumen berisiko tinggi yang menjanjikan imbal hasil lebih atraktif.

Di samping itu, pasar juga tengah menantikan momen penawaran umum saham perdana (IPO) PT Merdeka Gold Resources (EMAS) pekan ini. IPO tersebut mengukir sejarah sebagai penawaran umum perdana dengan jumlah pemesan terbanyak, mencapai 500.000 Single Investor Identification (SID). Fenomena IPO ini, meski berpotensi menahan likuiditas saham sementara waktu saat investor melakukan pemesanan awal, tetap menjadi sentimen positif yang memperkuat optimisme pasar.

Secara analisis teknikal, Hendra menjelaskan bahwa IHSG saat ini sedang berada dalam fase pengujian level resistansi di area 8.100–8.200. Jika level krusial ini berhasil ditembus, peluang untuk melanjutkan penguatan lebih lanjut akan terbuka lebar. Namun, jika tekanan jual mulai mendominasi, level dukungan terdekat berada pada 7.911–7.862 (MA20), dengan dukungan berikutnya yang lebih kuat di MA50 sekitar 7.660. Selama indeks mampu bertahan di atas level tersebut, tren kenaikan secara keseluruhan masih tetap terjaga.

Menutup perdagangan Jumat (19/9/2025), IHSG berhasil menguat 0,53 persen atau 42,68 poin, mencapai posisi 8.051. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga tidak ketinggalan, mencatat kenaikan signifikan sebesar 0,86 persen ke 278,5.

Aktivitas beli bersih (net buy) investor asing menjadi pendorong utama penguatan tersebut, dengan akumulasi mencapai Rp 1,41 triliun di pasar reguler dan Rp 1,46 triliun di pasar negosiasi. Minat investor mancanegara terlihat dominan pada saham-saham di sektor industri dan komoditas.

Beberapa saham yang turut menopang penguatan indeks antara lain BRMS, yang mencatat lonjakan impresif 17,1 persen ke 650 dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,1 triliun, didorong oleh sentimen positif terkait ekspansi tambang emas perusahaan. Saham lain yang berkontribusi positif adalah DSSA (+4,5 persen), BBCA (+1,3 persen), ASII (+2,7 persen), dan BRPT (+3,4 persen). Sebaliknya, saham-saham seperti AMMN (-5,0 persen), BMRI (-0,9 persen), BBNI (-1,6 persen), TLKM (-0,6 persen), dan GOTO (-1,8 persen) justru menjadi penekan pergerakan indeks.

“Secara sektoral, industri menjadi motor penggerak utama pasar, sementara sektor properti tercatat sebagai yang paling tertekan dalam periode ini,” ujar Hendra.

Untuk mengawali pekan ini, Hendra merekomendasikan beberapa saham menarik untuk dicermati investor. Saham SRTG direkomendasikan untuk dibeli (buy) dengan target harga 2.090. Saham RATU berpotensi melanjutkan tren kenaikan dengan target 6.750. Dari sektor media, SCMA diperkirakan berpeluang untuk rebound menuju level 370. Sementara itu, BUKA dinilai layak sebagai opsi speculative buy dengan target harga 185.

Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi berasal dari analis yang bersangkutan. Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Lakukan riset menyeluruh sebelum memutuskan.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu berhasil mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (ATH) di level 8.051, melonjak 2,51 persen dan meningkatkan kapitalisasi pasar menjadi Rp 14.632 triliun. Pekan ini, IHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan terbatas, menguji resistansi di 8.137 dengan dukungan terdekat di 7.892. Sentimen positif didorong oleh keyakinan investor pasca-perombakan kabinet serta kebijakan pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dan The Fed.

Secara teknikal, IHSG saat ini sedang menguji level resistansi 8.100–8.200, dengan tren kenaikan keseluruhan tetap terjaga selama bertahan di atas MA50. Penguatan IHSG juga didukung oleh aktivitas beli bersih investor asing yang mencapai Rp 1,41 triliun di pasar reguler. Pasar juga menantikan momen penawaran umum saham perdana (IPO) PT Merdeka Gold Resources yang mencatat rekor jumlah pemesan.

Advertisements