
PELAKSANA Tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono, menyampaikan permohonan maaf yang tulus di hadapan ribuan kader dalam Muktamar X PPP yang diselenggarakan di Jakarta, pada Sabtu, 27 September 2025. Permintaan maaf ini secara langsung menyoroti performa mengecewakan PPP dalam pemilihan umum 2024 lalu, sebuah hasil yang ia sebut sebagai pukulan telak bagi partai berlambang Ka’bah tersebut.
Kegagalan PPP menembus ambang batas parlemen pada pemilu 2024, menurut Mardiono, bukan sekadar kerugian politis, melainkan juga kekecewaan mendalam bagi umat Islam yang telah menaruh harapan besar pada partai. Ini adalah kali pertama sejak didirikan pada tahun 1973, salah satu partai tertua di Indonesia ini gagal melenggang ke Senayan. Dengan hanya meraih 5.878.777 suara atau 3,87 persen dari total suara nasional, PPP harus rela menjadi partai nonparlemen karena tidak memenuhi syarat parliamentary threshold sebesar 4 persen.
Namun, Mardiono dengan jujur mengakui bahwa kegagalan monumental ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor eksternal. Ia berani menyingkap borok internal, menegaskan bahwa konflik di tubuh partai juga menjadi salah satu pemicu utama kemerosotan suara. “Dalam kesempatan yang sakral ini, saya ingin menyampaikan kepada seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan di seluruh Indonesia, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Mardiono dalam pidato sambutannya yang disampaikan pada Muktamar X PPP, di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu sore itu.
Menekankan bahaya perpecahan, Mardiono secara tegas menyebut konflik internal sebagai musuh utama yang menggerogoti kekuatan partai berlambang Ka’bah ini dari dalam. Ia mengingatkan keras bahwa tidak ada pihak yang akan diuntungkan dari perseteruan. “Yang ada hanyalah kekalahan bersama,” katanya, menggarisbawahi dampak destruktif dari pertikaian yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, ia mendesak seluruh kader untuk segera mengakhiri perpecahan dan menghentikan “warisan konflik” yang telah lama membelenggu. Mardiono mengajak seluruh peserta Muktamar X PPP untuk bahu-membahu menyongsong masa depan partai yang cerah, bebas dari bayang-bayang pertikaian internal. “Sebab tanpa persatuan, mustahil PPP akan bangkit kembali dan merebut kejayaannya,” pungkasnya dengan nada penuh harapan sekaligus peringatan.
Pilihan Editor: Muktamar PPP Memanas, Kader Adu Mulut hingga Lempar Kursi
Ringkasan
Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, menyampaikan permohonan maaf tulus di hadapan ribuan kader dalam Muktamar X PPP di Jakarta pada Sabtu, 27 September 2025. Permintaan maaf ini menyoroti performa mengecewakan PPP dalam pemilihan umum 2024. Partai berlambang Ka’bah tersebut gagal menembus ambang batas parlemen 4% dengan hanya meraih 3,87% suara, menjadikannya kali pertama sejak 1973 partai ini tidak lolos ke Senayan.
Mardiono mengakui bahwa kegagalan monumental ini tidak hanya disebabkan faktor eksternal, melainkan juga konflik internal partai yang menggerogoti kekuatan. Ia menegaskan bahwa perpecahan adalah musuh utama yang hanya akan membawa kekalahan bersama bagi seluruh kader. Oleh karena itu, Mardiono mendesak seluruh kader untuk mengakhiri konflik dan bersatu demi kebangkitan serta merebut kembali kejayaan PPP di masa depan.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia