
JogloNesia JAKARTA. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Senin, 6 Oktober, ditutup dengan kabar kurang menggembirakan bagi investor empat bank terbesar di Tanah Air. Hingga pukul 16.00 WIB, saham-saham dari “Big Banks” yang meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), secara kompak bergerak di zona merah. Penurunan harga saham ini menjadi sorotan utama, menandai tren koreksi yang melanda pilar-pilar perbankan nasional.
Dari kuartet raksasa perbankan ini, saham Bank Mandiri (BMRI) tercatat mengalami koreksi terdalam. Sebaliknya, Bank Central Asia (BBCA) menunjukkan ketahanan relatif dengan pelemahan yang paling ringan di antara para kompetitornya. Fluktuasi harga ini menggambarkan dinamika pasar yang cenderung berhati-hati terhadap sektor finansial pada sesi perdagangan tersebut.
Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham yang paling tertekan hari itu, mengakhiri perdagangan di level Rp4.260 per saham. Angka ini mencerminkan penurunan signifikan sebesar 1,16% dibandingkan penutupan pada hari perdagangan sebelumnya. Meskipun sempat menyentuh level tertinggi Rp4.330 di sesi awal, momentum positif tersebut tak mampu bertahan, dan harga saham BMRI kembali melandai tajam menjelang penutupan bursa.
IHSG Menguat 0,27% ke 8.139 pada Senin (6/10/2025), PGEO, BRPT, CTRA Top Gainers LQ45
Tidak jauh berbeda, dua bank BUMN lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), juga turut mencatatkan koreksi yang nyaris mencapai 1%. Saham BBRI melemah ke posisi Rp3.660 per saham, turun 0,81% dari penutupan sebelumnya. Di sisi lain, BBNI mengakhiri hari di level Rp4.000 per saham setelah terkoreksi sebesar 0,99%, menunjukkan sentimen pasar yang kurang kondusif bagi saham-saham perbankan pelat merah.
Berbeda dengan rekan-rekannya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan performa yang relatif lebih stabil. Meskipun bergerak di zona merah, saham BBCA hanya terkoreksi tipis 0,33%, ditutup pada level Rp7.500 per saham. Sepanjang sesi, BBCA sempat menyentuh level tertingginya di Rp7.550 sebelum sedikit melandai jelang penutupan. Koreksi yang paling ringan ini mengindikasikan kepercayaan investor yang lebih besar terhadap fundamental BBCA dibandingkan bank-bank besar lainnya di tengah gejolak pasar.
Ringkasan
Pada Senin, 6 Oktober, saham empat bank terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) – Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) – secara kompak bergerak di zona merah. Dari keempatnya, Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi terdalam sebesar 1,16%, menutup perdagangan pada level Rp4.260 per saham. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga terkoreksi masing-masing 0,81% dan 0,99%.
Saham BBRI melemah ke Rp3.660 per saham, sementara BBNI berakhir di Rp4.000 per saham. Berbeda dengan yang lain, Bank Central Asia (BBCA) menunjukkan ketahanan relatif dengan pelemahan paling ringan, hanya 0,33%, dan ditutup pada level Rp7.500 per saham. Koreksi yang melanda pilar perbankan nasional ini menandai tren penurunan pada sesi perdagangan tersebut.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia