AI di Tambang: McKinsey Ungkap Peluang Emas!


MITRA McKinsey di Australia, Sergey Alyabyev, menyoroti potensi besar kecerdasan buatan (AI) untuk mendongkrak produktivitas sektor pertambangan di masa depan. Menurut Sergey, teknologi AI dapat secara signifikan mengatasi stagnasi yang melanda industri ini selama dua dekade terakhir, membuka jalan bagi era baru efisiensi dan transformasi.

Advertisements

Sergey menjelaskan bahwa industri pertambangan global saat ini berhadapan dengan sejumlah tantangan krusial. Permintaan pasar terhadap mineral dan bahan tambang lainnya terus meningkat, namun di sisi lain, perusahaan kesulitan mengakses sumber bijih baru, menghadapi keterbatasan talenta ahli, serta belum memiliki teknologi yang memadai untuk mempercepat produksi. Kondisi inilah yang membuat produktivitas tambang sulit bergerak maju.

Dalam diskusi yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 14 Oktober 2025, Sergey Alyabyev dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa AI merupakan jawaban signifikan bagi permasalahan tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa AI bukanlah entitas tunggal, melainkan merupakan sekumpulan alat canggih yang mencakup machine learning, deep learning, generative AI, dan genetic AI. Kombinasi beragam teknologi ini, lanjut Sergey, memungkinkan optimalisasi pengambilan keputusan menjadi lebih detail dan presisi, dari tahap perencanaan strategis hingga implementasi operasional.

Untuk memberikan gambaran nyata, Sergey mencontohkan bagaimana pemanfaatan AI dapat merevolusi proses kerja di sektor pertambangan. Sebagai ilustrasi, seorang supervisor yang sebelumnya menghabiskan empat jam untuk serah terima tugas dengan hasil yang seringkali fluktuatif, kini dapat mengandalkan AI. Seluruh data operasional dapat dikumpulkan dan digabungkan secara otomatis, bahkan memo suara bisa langsung dikirimkan kepada supervisor shift berikutnya saat mereka dalam perjalanan, sehingga meningkatkan efisiensi dan akurasi secara drastis.

Advertisements

Berita baiknya, biaya investasi untuk mengadopsi dan memanfaatkan teknologi AI kini jauh lebih terjangkau, membuka peluang bagi lebih banyak pihak untuk mengimplementasikannya. Sergey merujuk laporan Stanford AI Index yang menunjukkan penurunan harga signifikan untuk penggunaan AI jenis GPT-3.5, dari semula US$50 per satu juta token menjadi hanya 10 sen saat ini. Ia optimistis bahwa harga AI akan terus menurun dan menjadi lebih murah lagi pada tahun mendatang, menjadikannya solusi yang semakin ekonomis bagi industri tambang.

Merespons pemaparan Sergey, Group Head ICT and Digitalization MIND ID, Andoko Wicaksono, menyambut positif gagasan pemanfaatan AI dalam industri pertambangan. Andoko mengungkapkan bahwa MIND ID, sebagai BUMN holding industri pertambangan, telah aktif mengkaji implementasi teknologi AI ini guna menghemat biaya operasional dan sumber daya yang dibutuhkan. Baginya, kunci utama keberhasilan implementasi AI adalah pada “relevansi operasional” teknologi tersebut dengan kebutuhan lapangan.

Andoko menekankan bahwa industri tambang tidak perlu menunggu hadirnya AI yang paling canggih dan kompleks. Sebab, menurutnya, dengan teknologi generative AI yang relatif sederhana sekalipun, jika tepat penggunaannya, sudah mampu memberikan keuntungan yang substansial bagi penggunanya. “AI sederhana pun kalau tepat penggunaannya bakal membawa dampak juga,” pungkas Andoko, menggarisbawahi pentingnya penerapan yang strategis dibandingkan kecanggihan semata.

Ringkasan

Sergey Alyabyev dari McKinsey menyoroti potensi besar kecerdasan buatan (AI) untuk mendongkrak produktivitas sektor pertambangan yang stagnan selama dua dekade. Industri ini menghadapi tantangan signifikan seperti permintaan mineral yang meningkat, keterbatasan akses bijih baru, serta kurangnya talenta. AI, melalui berbagai teknologinya seperti machine learning dan generative AI, dapat mengoptimalkan pengambilan keputusan dan merevolusi proses operasional, contohnya dalam serah terima tugas supervisor.

Kabar baiknya, biaya investasi untuk mengadopsi AI kini jauh lebih terjangkau, seperti terlihat dari penurunan harga GPT-3.5 yang signifikan. MIND ID menyambut positif implementasi AI dan sedang mengkaji penerapannya untuk efisiensi biaya. Kunci keberhasilan terletak pada “relevansi operasional,” di mana AI yang sederhana sekalipun dapat memberikan keuntungan substansial jika digunakan secara strategis.

Advertisements