
JAKARTA, KOMPAS.TV – Rencana ambisius untuk membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, yang terdampak insiden tragis, kini tengah memasuki fase pembahasan mendalam. Pembiayaan proyek vital ini rencananya akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Agama (Menag) Nazaruddin Umar menyampaikan perkembangan terkini mengenai rencana tersebut usai pertemuannya dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Pertemuan penting ini berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, pada Senin (13/10/2025).
“Ya, dalam proses penggodokan,” ujar Menag Nazaruddin singkat, membenarkan bahwa proposal penggunaan APBN sedang dipertimbangkan secara serius.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme penggunaan APBN memiliki prosedur yang ketat, mengingat dana tersebut sudah terdistribusi untuk berbagai program yang berjalan. Namun, insiden yang menimpa Ponpes Al Khoziny Sidoarjo menuntut adanya penyesuaian anggaran yang signifikan.
“Tetapi dengan adanya kejadian ini ya tentu kita akan melakukan penyesuaian-penyesuaian,” imbuh Nazaruddin, menandaskan komitmen pemerintah untuk merespons kebutuhan mendesak ini.
Insiden Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 55 Jenazah Korban Telah Teridentifikasi
Senada dengan Menag, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya juga telah memberikan sinyal serupa. Pada Jumat (10/10/2025), setelah menghadiri acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) di Jakarta, Dody mengungkapkan bahwa rencana pembangunan kembali masih memerlukan waktu panjang.
“Belum masih jauh itu,” kata Dody, menambahkan bahwa pihaknya belum dapat menghitung total anggaran yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan karena lokasi ponpes masih berada di bawah pengawasan ketat pihak kepolisian.
“Sementara belum ya, masih urusan polisi ya, masih ada police line (garis polisi),” jelasnya, mengindikasikan bahwa proses investigasi masih menjadi prioritas.
Meskipun demikian, Kementerian PU telah aktif berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mencari solusi terbaik. Koordinasi ini menjadi langkah awal yang krusial dalam mempersiapkan tahapan selanjutnya.
Update Insiden Ponpes Al Khoziny: 53 Jenazah Korban Teridentifikasi, Sisa 11 Kantong Jenazah
Dody Hanggodo juga mengonfirmasi bahwa Kementerian PU memiliki alokasi anggaran khusus untuk revitalisasi lembaga pendidikan, khususnya yang berada di bawah Ditjen Perencanaan Strategis. Anggaran ini, menurutnya, dapat digunakan untuk renovasi Ponpes Al Khoziny.
“Kita kan punya dana pendidikan, di PU ada dana pendidikan di Ditjen Perencanaan Strategis. Itu bisa untuk pendidikan Islam dan non-Islam, yang Islam itu nanti bisa untuk ponpes atau tempat lain,” papar Dody, seperti dilansir Kompas.com, menegaskan potensi sumber dana yang bisa dimanfaatkan untuk pemulihan Ponpes Al Khoziny.
Ringkasan
Rencana pembangunan kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, yang terdampak insiden tragis, kini dalam proses pembahasan mendalam untuk pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Agama Nazaruddin Umar mengonfirmasi bahwa proposal penggunaan APBN sedang dipertimbangkan serius, meskipun terdapat prosedur ketat yang memerlukan penyesuaian anggaran. Komitmen pemerintah untuk merespons kebutuhan mendesak ini ditekankan melalui koordinasi antar kementerian.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya juga menyatakan bahwa rencana pembangunan kembali masih membutuhkan waktu karena lokasi ponpes berada di bawah garis polisi, sehingga anggaran belum dapat dihitung. Meski demikian, Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Dalam Negeri untuk mencari solusi terbaik. Kementerian PU memiliki alokasi anggaran khusus untuk revitalisasi lembaga pendidikan yang dapat digunakan untuk renovasi Ponpes Al Khoziny.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia