KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 0,65% dan berakhir di level 8.361 pada penutupan perdagangan Selasa (18/11/2025). Tekanan jual yang meningkat turut mewarnai pergerakan pasar di penghujung hari.
Herditya Wicaksana, Head of Research Retail MNC Sekuritas, memberikan proyeksinya terkait arah pergerakan IHSG. Dalam risetnya yang dirilis Rabu (19/11/2025), Herditya menyebutkan bahwa dalam skenario yang paling optimis, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju rentang 8.487–8.539, karena saat ini diperkirakan masih berada dalam fase wave (iii) dari wave [iii].
Namun demikian, Herditya juga mengingatkan investor untuk mewaspadai potensi koreksi. “Perhatikan area 8.279–8.332 sebagai zona koreksi terdekat,” jelasnya. Analis MNC Sekuritas ini juga memproyeksikan level *support* IHSG berada di 8.276 dan 8.332, sementara level *resistance* berada di 8.488 dan 8.532.
Berikut adalah rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini, meliputi BFIN, BUVA, PTRO, dan ULTJ:
1. PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)
Saham BFIN terkoreksi tipis 0,65% ke level Rp 770, dengan dominasi volume pembelian. Meskipun demikian, laju penguatan saham ini masih tertahan oleh *cluster* MA20 dan MA60. Herditya memperkirakan bahwa BFIN saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [c].
* Rekomendasi: Speculative buy Rp 760-Rp 770
* Target harga: Rp 800, Rp 840
* Stoploss: Di bawah Rp 755
2. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
Saham BUVA mengalami koreksi lebih dalam, yakni sebesar 5,29% ke level Rp 895, disertai dengan tekanan jual yang cukup signifikan. Menurut Herditya, posisi BUVA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5.
* Rekomendasi: Buy on weakness Rp 860-Rp 895
* Target harga: Rp 975, Rp 1.080
* Stoploss: Di bawah Rp 815
3. PT Petrosea Tbk (PTRO)
Senada dengan BUVA, saham PTRO juga terkoreksi sebesar 3,58% ke level Rp 8.750, dengan tekanan jual yang menyertai. Analisis teknikal dari MNC Sekuritas menunjukkan bahwa PTRO saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5.
* Rekomendasi: Buy on weakness Rp 7.975-Rp 8.650
* Target harga: Rp 9.450, Rp 9.925
* Stoploss: Di bawah Rp 7.600
4. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)
Berbeda dengan ketiga saham sebelumnya, ULTJ justru mencatatkan penguatan sebesar 2,1% ke level Rp 1.460. Volume pembelian masih mendominasi, meskipun penguatannya masih tertahan oleh MA20. Herditya memperkirakan, posisi ULTJ sedang berada di awal wave [c] dari wave B.
* Rekomendasi: Buy on weakness Rp 1.425-Rp 1.445
* Target harga: Rp 1.495, Rp 1.525
* Stoploss: Di bawah Rp 1.415
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia