Naik Kelas! 11 Saham Papan Utama dengan Prospek Terbaik 2024

JogloNesia, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja mengumumkan hasil evaluasi berkala terkait perpindahan papan pencatatan saham. Kabar baiknya, 11 emiten berhasil membuktikan diri dan naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama.

Advertisements

Kesebelas saham tersebut adalah BGTG, CITA, DNET, GTSI, GWSA, IPCM, JRPT, KEJU, KPIG, PANI, dan SMAR. Sementara itu, empat saham harus rela turun kelas dari Papan Utama ke Papan Pengembangan, yaitu CNMA, MYOH, PDPP, dan ZATA.

Vera Florida, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI, menjelaskan bahwa penilaian pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan ini rutin dilakukan setiap Mei dan November.

“Perubahan penempatan ini akan efektif berlaku mulai 28 November 2025, selama tidak ada kejadian luar biasa yang mempengaruhi keputusan perpindahan papan sesuai dengan peraturan Bursa,” demikian bunyi pengumuman resmi yang dirilis pada Jumat (21/11/2025).

Advertisements

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, berpendapat bahwa kenaikan kelas ini bisa menjadi katalis positif bagi saham-saham terkait.

Menurutnya, keberhasilan suatu saham untuk naik kelas mencerminkan peningkatan signifikan dalam kapitalisasi pasar, fundamental perusahaan, dan tingkat likuiditas. Hal ini menunjukkan bahwa emiten tersebut semakin matang dan menarik bagi investor.

“Perpindahan papan pencatatan ini tentu saja akan memberikan sentimen positif, mirip dengan efek saat sebuah saham masuk ke dalam indeks unggulan seperti MSCI,” ujar Nico kepada Kontan, Senin (24/11/2025).

Meski demikian, Nico menekankan bahwa investor tetap perlu melakukan analisis mendalam terhadap fundamental perusahaan, potensi valuasi, serta rencana bisnis emiten dan kondisi perekonomian secara umum. Perpindahan papan hanyalah salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan.

Sebagai contoh, saham BGTG telah mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 61,84% sepanjang tahun berjalan hingga Senin (24/11), dengan harga mencapai Rp 123 per saham. Seiring dengan kenaikan harga tersebut, kapitalisasi pasar BGTG pun meroket hingga mencapai Rp 2,95 triliun.

Dari sisi kinerja keuangan, BGTG mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 316,09 miliar per 30 September 2025. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan yang berhasil dibukukan mencapai Rp 172,04 miliar.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusti, menambahkan bahwa saham-saham yang berhasil naik kelas umumnya mendapatkan apresiasi dari pasar, meskipun seringkali hanya bersifat jangka pendek.

“Penguatan signifikan tersebut rentan terkikis oleh aksi profit taking, seperti yang terlihat pada saham BGTG yang sempat mengalami penguatan pesat,” jelasnya.

Nafan berharap, masuknya saham-saham ini ke papan utama dapat meningkatkan likuiditas dan menarik perhatian pelaku pasar terhadap 11 emiten tersebut.

Dari antara saham-saham yang naik kelas, Nafan merekomendasikan sell on strength untuk BGTG, mengingat pergerakan harga sahamnya yang sudah sangat tinggi. Sementara untuk 10 saham lainnya, ia menyarankan investor untuk mengambil posisi wait and see.

Ringkasan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan 11 emiten yang berhasil naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama, efektif mulai 28 November 2025. Emiten tersebut adalah BGTG, CITA, DNET, GTSI, GWSA, IPCM, JRPT, KEJU, KPIG, PANI, dan SMAR. Kenaikan ini dipandang sebagai katalis positif karena mencerminkan peningkatan kapitalisasi pasar, fundamental, dan likuiditas perusahaan.

Meskipun perpindahan papan dapat memberikan sentimen positif, analis menekankan pentingnya analisis fundamental dan valuasi perusahaan secara menyeluruh. Saham BGTG, salah satu emiten yang naik kelas, disarankan untuk sell on strength karena kenaikannya yang signifikan, sementara 10 saham lainnya direkomendasikan untuk wait and see.

Advertisements