PRESIDEN Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menargetkan produksi emas mencapai 26 ton pada tahun 2026. Seluruh hasil produksi emas ini rencananya akan disalurkan kepada PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Menurut Tony Wenas, nilai suplai emas Freeport ke Antam hingga saat ini telah mencapai US$ 1 miliar. “Jadi, rencana produksi emas kami tahun 2026 itu sekitar 26 ton, dan seluruhnya kami rencanakan untuk Antam,” ujarnya di Tangerang, Banten, pada 26 November 2025. Kemitraan strategis ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok emas dalam negeri.
Namun, Tony Wenas juga memprediksi adanya penurunan produksi emas dan tembaga di tahun 2026. Hal ini merupakan imbas dari insiden longsor yang terjadi di Grasberg Block Cave pada 8 September 2025. Diperkirakan, produksi tembaga akan mengalami penurunan sekitar 32 persen, sementara produksi emas akan turun lebih dari 40 persen. Meskipun demikian, Tony Wenas tetap optimis bahwa harga komoditas metal akan tetap stabil dan baik di tahun 2026, sehingga dapat meminimalisir kerugian akibat penurunan produksi tersebut.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat pada 24 November 2025, Tony Wenas memproyeksikan harga tembaga pada tahun 2026 akan mencapai US$ 4,75 per pon. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang sebesar US$ 3,75 per pon. Sementara itu, harga emas diperkirakan akan mencapai US$ 4.000 per troy ons, jauh di atas asumsi awal yang hanya US$ 1.900 per troy ons.
Dengan proyeksi harga komoditas yang optimis tersebut, Tony Wenas melanjutkan, pendapatan perusahaan pada tahun 2026 diperkirakan mencapai US$ 8,3 miliar. Angka ini setara dengan 98 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) lama yang sebesar US$ 8,5 miliar. Bahkan, setoran negara diperkirakan akan lebih tinggi dari rencana, yaitu mencapai US$ 2,9 miliar atau setara dengan 107 persen dari proyeksi awal sebesar US$ 2,7 miliar. Optimisme ini didasarkan pada keyakinan terhadap fundamental pasar emas dan tembaga yang kuat.
Nandito Putra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Cara Instan Menjaga Pasar Emas Dalam Negeri Saat Pasokan Seret
Ringkasan
PT Freeport Indonesia menargetkan produksi emas 26 ton pada tahun 2026 yang seluruhnya akan disalurkan ke PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Nilai suplai emas Freeport ke Antam hingga saat ini mencapai US$ 1 miliar. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok emas dalam negeri.
Meskipun menargetkan suplai emas ke Antam, Freeport memprediksi penurunan produksi emas dan tembaga di tahun 2026 akibat insiden longsor. Namun, perusahaan optimis harga komoditas metal akan stabil dan baik, dengan proyeksi harga tembaga US$ 4,75 per pon dan emas US$ 4.000 per troy ons, sehingga pendapatan perusahaan diperkirakan mencapai US$ 8,3 miliar dan setoran negara US$ 2,9 miliar.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia