JogloNesia – JAKARTA. Kabar gembira datang dari PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang berhasil mencatatkan kinerja gemilang selama periode Januari hingga September 2025. Perusahaan ini sukses membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga tiga digit, menunjukkan performa yang sangat impresif.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, INET meraih pendapatan sebesar Rp 68,60 miliar. Angka ini melonjak tajam sebesar 195% secara tahunan (Year on Year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 23,88 miliar. Peningkatan ini menunjukkan betapa kuatnya pertumbuhan bisnis yang dialami INET.
Kontributor utama dari pertumbuhan pendapatan ini adalah layanan internet yang mengalami peningkatan signifikan dari Rp 23,28 miliar menjadi Rp 67,15 miliar. Selain itu, INET juga mencatatkan pendapatan dari lini jasa konstruksi sebesar Rp 1,44 miliar, menambah pundi-pundi pendapatan perusahaan.
Secara operasional, kinerja laba usaha emiten yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi ini juga mengalami lonjakan fantastis, yakni sebesar 900% YoY. Laba usaha meroket dari Rp 2,49 miliar menjadi Rp 25,27 miliar hingga 30 September 2025. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi operasional yang semakin baik.
Sebagai hasilnya, dari sisi bottom line, laba bersih INET mencapai Rp 19,37 miliar, atau melonjak sebesar 819% YoY. EBITDA (Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) INET juga turut mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai Rp 35,35 miliar. Angka-angka ini menegaskan profitabilitas perusahaan yang semakin kuat.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perusahaan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Total aset INET naik hampir dua kali lipat menjadi Rp 454,59 miliar per 30 September 2025, dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 229,85 miliar per 31 Desember 2024. Pertumbuhan aset ini menunjukkan ekspansi yang berkelanjutan.
Di sisi lain, total liabilitas INET juga terpantau mengalami kenaikan menjadi Rp 93,07 miliar. Sementara per 31 Desember 2025, jumlah liabilitas INET mencapai Rp 13,98 miliar. Peningkatan ini perlu diperhatikan dalam konteks pengelolaan keuangan perusahaan.
Meskipun utang meningkat, tingkat leverage INET masih berada pada level yang tergolong rendah dengan Debt to Equity Ratio (DER) 0,26 kali, atau naik dari 0,06 kali pada akhir tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki kemampuan untuk mengelola utangnya dengan baik.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia