Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja: Akhir Pelarian Gembong Narkoba?

JogloNesia – Pelarian panjang gembong narkoba internasional, Dewi Astutik alias “Mami”, akhirnya mencapai titik akhir.

Advertisements

Buronan kelas kakap yang dikenal licin ini berhasil diringkus di Kamboja dan kini telah dipulangkan ke Tanah Air.

Dewi Astutik bukanlah nama sembarangan di dunia hitam narkotika. Ia disebut sebagai otak di balik penyelundupan sabu seberat 2 ton.

Barang haram itu bahkan ditaksir memiliki nilai hingga Rp 5 miliar.

Advertisements

Baca juga: Siapa Sebenarnya Dewi Astutik, Perempuan di Balik 2 Ton Sabu Senilai Rp 5 Triliun?

Berikut adalah rangkuman fakta terkait kasus ini untuk menjawab rasa penasaran publik, mulai dari kronologi penangkapan hingga perannya dalam jaringan internasional.

Bagaimana detik-detik penangkapan Dewi Astutik di Kamboja?

Operasi penangkapan Dewi Astutik berlangsung cukup dramatis di Sihanoukville, Kamboja, pada Senin (1/12/2025).

Berdasarkan pantauan tim gabungan BNN, Interpol, BAIS TNI, dan Kepolisian Kamboja, Dewi Astutik disergap sekitar pukul 13.39 waktu setempat. Ia ditangkap sesaat setelah keluar dari sebuah mobil Toyota Prius putih di lobi sebuah hotel.

Saat penyergapan terjadi, Dewi tidak sendirian. Ia sedang bersama seorang pria.

Tanpa perlawanan berarti, perempuan yang juga menggunakan nama samaran “Kak Jinda” atau “Dinda” ini langsung diamankan oleh petugas gabungan yang sudah mengincarnya sejak pertengahan November 2025.

Apa peran “Mami” dalam jaringan narkoba internasional?

Nama Dewi Astutik sendiri sudah masuk dalam daftar buron interpol sejak 2024. Hal ini karena peran “Mami” cukup krusial dalam jaringan narkoba internasional.

BNN mengungkapkan bahwa Dewi adalah aktor utama atau dalang di balik penyelundupan 2 ton sabu ke Indonesia yang berhasil digagalkan pada Mei 2025 lalu.

Baca juga: Singapura Eksekusi 3 Pria Pengedar Narkoba Selama Dua Hari

Namun, perannya tidak berhenti di situ.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyebutkan bahwa Dewi juga berperan sebagai perekrut aktif. Ia merekrut kurir narkoba dari berbagai negara untuk jaringan Asia-Afrika.

Sepak terjangnya bahkan membuatnya masuk dalam pencarian orang (DPO) di Korea Selatan.

Jaringan yang dikendalikannya mendistribusikan berbagai jenis narkotika, termasuk sabu, kokain, dan ketamin, ke wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara.

Mengapa BNN sempat kesulitan melacak keberadaannya?

Kepala BNN mengakui bahwa menangkap “Mami” memiliki tantangan tersendiri.

Alasan utamanya adalah mobilitas Dewi yang sangat tinggi.

Ia dikenal sangat licin dan kerap berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain untuk menghindari deteksi aparat. Hal inilah yang membuat jejaknya sempat sulit diendus.

Namun, berkat kerja sama government-to-government dan koordinasi intensif dengan otoritas luar negeri, pelariannya di Kamboja akhirnya berhasil dihentikan.

Bagaimana penampakan sang gembong narkoba saat tiba di Tanah Air?

Sehari setelah penangkapan, Dewi langsung diterbangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (2/12/2025) malam.

Baca juga: 4 Polisi Terjerat Kasus Narkoba Tak Dipidana, Sempat Pulang ke Rumah

Penampakan Dewi Astutik terlihat jelas saat ia turun dari pesawat.

Dengan pengawalan ketat petugas BNN bersenjata lengkap, ia tampak mengenakan kaus biru muda, masker hitam, dan celana panjang.

Yang menjadi sorotan adalah kedua tangannya yang terikat kabel ties (zip ties) putih di bagian depan.

Tanpa banyak bicara, ia langsung digiring masuk ke mobil tahanan BNN untuk dibawa ke markas pusat guna menjalani pemeriksaan intensif terkait aliran dana dan jaringan logistiknya.

(Sumber: KOMPAS.com/ Omarali Dharmakrisna Soedirman, Baharudin Al Farisi/ Editor: Larissa Huda, Mohamad Bintang Pamungkas, Jessi Carina, Faieq Hidayat, Inas Rifqia Lainufar)

Advertisements