IHSG 2026: Tembus 9.000? Analisis & Prospek Investasi Terbaru

JogloNesia, JAKARTA. Optimisme membayangi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menembus level psikologis 9.000 pada tahun 2026. Sentimen positif dari dalam dan luar negeri diyakini menjadi katalis utama pendorong laju IHSG.

Advertisements

Phintraco Sekuritas, misalnya, dalam proyeksi konservatifnya, memprediksi IHSG akan mencapai 9.225 pada tahun 2026. Bahkan, dalam skenario yang lebih agresif, IHSG berpotensi meroket hingga 9.883. Angka yang fantastis, bukan?

Valdy Kurniawan, Head of Research and Education Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa target tersebut didasarkan pada perkiraan Price Earning Ratio (PER) IHSG di level 13,65 kali. Artinya, valuasi pasar saham Indonesia masih menarik di mata investor.

Lantas, sentimen apa saja yang akan mewarnai pergerakan IHSG di tahun mendatang? Dari kancah global, ada harapan akan meredanya tensi perang tarif antara Amerika Serikat dan China, serta negara-negara lainnya. Sebuah angin segar bagi perekonomian dunia.

Advertisements

Selain itu, peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed juga menjadi perhatian. Langkah ini diharapkan dapat memacu perbaikan ekonomi di AS, yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi pasar global. Tak ketinggalan, stimulus fiskal dan moneter yang digelontorkan China sejak kuartal IV-2025 diharapkan mampu mendongkrak transaksi domestik.

“Keduanya termasuk dalam negatif dari perang tarif yang berkepanjangan terhadap ekonomi kedua negara dan global pada umumnya,” ujar Valdy kepada Kontan, Rabu (3/12/2025), menekankan betapa pentingnya resolusi atas isu-isu global tersebut.

Dari dalam negeri, Valdy menambahkan, IHSG akan mendapatkan dukungan dari upaya pemerintah dalam memulihkan konsumsi domestik melalui kebijakan moneter dan fiskal yang tepat sasaran.

“Termasuk optimalisasi belanja pemerintah untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya, menggarisbawahi peran krusial kebijakan pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Sementara itu, CGS Sekuritas International memasang target IHSG di level 9.530 pada tahun 2026. Berdasarkan emiten yang mereka amati, P/E IHSG saat ini berada di posisi 12,2 kali.

Saham-saham pilihan CGS Sekuritas International antara lain BBCA, BMRI, TLKM, MIKA, CMRY, MYOR, HMSP, GGRM, BIRD, dan WIIM. Fokusnya adalah pada saham-saham yang akan diuntungkan oleh peningkatan arus modal asing dan konsumsi domestik. Dengan kata lain, saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang cerah.

Ringkasan

IHSG diproyeksikan menembus level 9.000 pada tahun 2026, didorong oleh sentimen positif global dan domestik. Phintraco Sekuritas bahkan memprediksi IHSG bisa mencapai 9.225 atau bahkan 9.883, dengan perkiraan Price Earning Ratio (PER) di level 13,65 kali.

Sentimen positif termasuk meredanya perang tarif, potensi pemangkasan suku bunga The Fed, dan stimulus China. Di dalam negeri, pemulihan konsumsi domestik dan optimalisasi belanja pemerintah juga akan mendukung IHSG. CGS Sekuritas International menargetkan IHSG di 9.530 dan merekomendasikan saham-saham seperti BBCA dan BMRI yang diuntungkan oleh arus modal asing dan konsumsi domestik.

Advertisements