Sejumlah media asing soroti kesediaan Indonesia ikut gabung Dewan Perdamaian buatan Trump, apa kata mereka?

JogloNesia – Sejumlah media internasional menyoroti kesediaan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Advertisements

Kantor berita Agence France-Presse (AFP) melaporkan, Arab Saudi bersama delapan negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, sepakat menerima undangan Trump untuk bergabung dalam badan tersebut.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Rabu (21/1/2026), disebutkan bahwa para menteri luar negeri Arab Saudi, Qatar, Turkiye, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, dan Uni Emirat Arab mengambil “keputusan bersama” untuk bergabung serta menyatakan dukungan terhadap “upaya perdamaian” Trump, khususnya terkait konflik Gaza.

Baca juga: Netanyahu Siap Gabung, Apa Arah Tujuan Dewan Perdamaian Bentukan Trump?

Advertisements

AFP, yang bermarkas di Paris, Perancis, memberitakan kabar tersebut dalam artikel berjudul “Saudi Arabia, Qatar, seven others accept Trump ‘Board of Peace’ invite: statement” yang diterbitkan pada Kamis (22/1/2026).

AFP juga menyebut, Kuwait kemudian menyusul menerima undangan tersebut, sebagaimana diumumkan Kementerian Luar Negeri Kuwait melalui platform X.

Disebutkan pula bahwa undangan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian dikirimkan kepada puluhan pemimpin dunia, disertai permintaan kontribusi dana sebesar 1 miliar dollar AS untuk memperoleh kursi permanen.

Namun, dalam pernyataan Saudi tidak disebutkan adanya kewajiban pembayaran tersebut.

Awalnya, Dewan Perdamaian dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza.

Namun, piagam badan itu dinilai tidak membatasi perannya hanya pada wilayah tersebut dan bahkan dianggap berpotensi menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal ini memicu kritik dari sejumlah sekutu Amerika Serikat, termasuk Perancis.

Baca juga: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Apa Misinya?

AFP menambahkan, langkah ini juga muncul di tengah ketegangan hubungan antara Arab.

Saudi dan Uni Emirat Arab, yang sama-sama berupaya membangun kedekatan dengan pemerintahan Trump melalui komitmen investasi dan kerja sama bisnis.

Berbeda dengan negara-negara tersebut, Perancis telah secara terbuka menyatakan tidak akan bergabung dalam Dewan Perdamaian.

Sebaliknya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan menerima undangan tersebut.

Meski demikian, Netanyahu menolak keterlibatan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan dan diplomat Qatar Ali Al-Thawadi dalam Dewan Eksekutif Gaza yang berada di bawah badan tersebut.

Akan teken dokumen aksesi  

Media internasional Reuters juga melaporkan kesediaan Indonesia ikut bergabung dalam Dewan Perdamaian bentukan Trump.

Dalam artikel berjudul “Saudi Arabia, Turkey, Egypt, Jordan, Indonesia, Pakistan, Qatar, UAE join Trump’s ‘Board of Peace‘”, disebutkan bahwa Arab Saudi, Turkiye, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, dan Qatar secara resmi menerima undangan bergabung, dengan Uni Emirat Arab juga tercantum dalam pernyataan bersama tersebut.

Baca juga: Netanyahu Siap Gabung, Apa Arah Tujuan Dewan Perdamaian Bentukan Trump?

Reuters menyampaikan, masing-masing negara akan menandatangani dokumen aksesi sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di negara masing-masing. Kuwait juga dipastikan telah menerima undangan serupa.

Menurut laporan Reuters, Trump mengundang puluhan pemimpin dunia dalam inisiatif yang diklaim bertujuan menyelesaikan konflik global.

Namun, sejumlah diplomat memperingatkan bahwa pembentukan Dewan Perdamaian tersebut berpotensi mengganggu dan melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga perdamaian internasional.

Advertisements